DWI AGUS/RADAR JOGJA
BIKIN BANGGA: Para pemenang ajang duta wisata Dimas Diajeng Bantul yang digelar Sabtu malam (25/7) di Gedung Serbaguna ISI Jogjakarta.
BANTUL – Ajang duta wisata Dimas Diajeng Bantul 2015 kembali digelar, Sabtu malam (25/7) di Gedung Serbaguna ISI Jogjakarta. Acara ini sekaligus menandai pergantian ajang yang semula bernama Putra Putri Bantul sejak 2008.Dimas Aziz Bachtiar Cendekiawan dan Diajeng Dias Rianingtyas terpilih sebagai duta wisata Kabupaten Bantul yang baru. Keduanya resmi menyandang gelar dan menjalankan tugas hingga satu tahun ke depan. “Ini amanah bagi kami dan kami akan berkomitmen untuk memajukan budaya Bantul dari sektor pariwisata dengan berbagai potensinya,” kata Dimas Aziz.Pria kelahiran Bantul 20 April 1992 ini mengungkapkan Bantul memiliki keragaman potensi. Salah satunya adalah desa wisata di berbagai daerah. Dalam setiap desa wisata memiliki potensi yang wajib dikenalkan ke khalayak luas.Di sisi lain dirinya juga ingin memeratakan potensi di Bantul. Sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di satu destinasi wisata saja. Tentunya sebagai duta wisata terus melakukan pendekatan, baik kepada warga maupun wisatawan. “Membawa desa wisata di Bantul agar terus berkembang dan merata. Saat ini mungkin orang hanya tahu desa wisata Manding dan Kasongan. Padahal banyak potensi lainnya yang perlu dikenalkan,” kata mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga ini.Bupati Bantul Sri Surya Widati mengungkapkan Dimas Diajeng Bantul merupakan wujud pengembangan potensi wisata. Dimana para duta wisata ini nantinya memiliki tugas merepresentasikan Bantul secara keseluruhan. Tidak hanya dalam mata wisata namun juga aspek-aspek pendukung lainnya.Menurutnya Dimas Diajeng memiliki keunggulan dalam bidang komunikasi. Ini karena dirasa lebih mampu diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Selain itu juga memiliki cara pendekatan yang berbeda dibandingkan instansi pemerintahan. “Komunikasi adalah hal utama untuk menyampaikan pesan. Dan para generasi muda ini memiliki potensi dalam bidang ini,” pesannya. (dwi/din/ong)