SLEMAN – Subditranmor Ditreskrimum Polda DIJ berhasil menangkap tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di enam titik lokasi berbeda di DIJ. Penangkapan tersebut merupakan upaya polisi untuk menggulung sindikat curanmor yang saat ini mulai marak di Jogjakarta.
Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi mengatakan, modus yang dilakukan para tersangka, yakni saat pemilik sepeda motor lengah. Mereka mengincar sepeda motor yang diparkir di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan tidak dilengkapi kunci ganda.
Dalam aksinya, para tersangka mempunyai tugas masing-masing. Dua pelaku: Sofyan Adi,52 dan Ardhi Kusuma,31, biasanya selalu datang berboncengan. Ketika sampai di TKP, salah seorang turun, dan dengan kunci T atau L, dia merusak lubang kunci, sehingga dapat menyalakan sepeda motor korban.
“Tidak sampai satu menit, tersangka sudah berhasil merusak dan membawa lari sepeda motor kejahatannya itu,” katanya. Kemudian tersangka menghubungi kawannya yang lain, yakni Guntur Susilo,39 untuk mencarikan pembeli atau menjualkan motor hasil curian tersebut.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan penyidik terhadap penadah yang sering melakukan penjualan sepeda motor tanpa dilengkapi surat-surat. Dari pengembangan itu, ditelusuri sumber-sumber asal kendaraan tersebut didapat.
Dari keterangan penadah, polisi kembali melakukan pencari tersangka. “Pada 15 Juli 2015, petugas melakukan pengintaian terhadap seseorang yang akan menjual kendaraan tanpa surat di Maguwoharjo, Depok, Sleman. Pada saat itu datang tiga tersangka dengan membawa satu unit sepeda motor jenis Satria FU. Pada saat itu lah, ketiga pelaku kami bekuk,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa kendaraan tersebut adalah sepeda motor yang hilang di Kampus STEI YO sehari sebelumnya, atau Selasa (14/7). Dari situ, terungkap juga bahwa tersangka melakukan pencurian terhadap kendaraan Yamaha Vixion, dan lima unit kendaraan lainnya di wilayah Jogjakarta. “Mereka pemain lama, sudah hampir setahunan ini beraksi. Motor-motor itu dijual sekitar sejutaan rupiah per unit kepada penadah,” tuturnya.
Dari para tersangka, petugas menyita 7 kendaraan sepeda motor berbagai merk hasil kejahatan, kunci T, dan kunci L dengan tiga mata obeng yang dilakukan untuk berkasi. Terhadap para tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir itu, petugas menjerat dengan pasal 363 tentang pencurian dan 480 KUHP mengenai pendahan dengan ancaman hukuman masing-masing 7 tahun dan 4 tahun penjara. (cr3/jko/ong)