GUNAWAN/RADAR JOGJA
TAK TERPAKAI: SPBU untuk puluhan kapal milik nelayan di Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Saptosari dalam kondisi mangkrak.

GUNUNGKIDUL – SPBU untuk puluhan kapal milik nelayan di Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Saptosari, yang diresmikan dua tahun silam mangkrak. Pasalnya, jumlah pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih terbilang minim. Ditambah pendapatannya tidak mencukupi untuk biaya operasional. Kondisi itu menyebabkan nelayan di Gunungkidul terpaksa mencukupi kebutuhan BBM dengan membeli dari SPBU di kota yang jaraknya mencapai ratusan kilometer.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Sangadi Hudoyo ketika dikonfirmasi, mengakui adanya SPBU yang mangkrak. Keberadaan SPBU ini, menurutnya, sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi nelayan di Gunungkidul. Namun jumlah pasokan BBM di SPBU itu masih mengalami kekurangan. “Untuk satu bulan saja hanya mendapatkan jatah dua tanki atau sekitar 10.000 liter, padahal idealnya paling tidak dalam satu bulan membutuhkan enam tanki,” katanya kepada Radar Jogja, kemarin (27/7).
Dalam pengelolaannya, Sangadi menambahkan SPBU ini diserahkan kepada koperasi Insan Samudera yang anggotanya nelayan kawasan Pantai Ngrenehan. Hanya, dengan jumlah pasokan yang minim dan jumlah fee yang hanya sekitar Rp 100 untuk tiap liternya, tidak dapat mencukupi biaya operasional.
“Padahal fee yang didapat untuk membayar operator dan membiayai operasional. Tetapi nyatanya untuk biaya mesin pompa saja kurang, ini yang menjadikan SPBU tidak berfungsi lagi,” katanya.
Kepala Seksi Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul Bahari Susilo menambahkan,pihaknya akan berupaya agar SPBU ini beroperasi kembali. Mencapai harapan itu, pemkab Gunungkidul akan meminta ke PT Pertamina untuk mendapatkan tambahan jatah BBM,sesuai kebutuhan nelayan. “Ya minimal enam tanki dalam sebulan,” ungkapnya. (gun/ila/ong)