Wacana Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung pasangan calon bupati (cabup) Suharsono dan calon wakil bupati (cawabup) Abdul Halim Muslich, bukan isapan jempol. Partai Gerindra memastikan hari ini akan mendaftarkan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslich ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul.
“Iya, besok (hari ini, Red). Kalau tidak ada halangan pukul 13.00,” terang Ketua Tim Penjaringan DPC Partai Gerindra Bantul Heru Sumaretno kemarin (27/7). Heru menyatakan surat rekomendasi DPP atas pencalonan Suharsono turun pada Minggu (26/7).
Namun demikian, hingga sekarang dia belum melihat langsung bentuk fisik surat rekomendasi tersebut.
“Surat rekomnya diambil sendiri di Jakarta oleh yang bersangkutan. Sampai sekarang masih dibawa Pak Har (Suharsono),” ujarnya.
Apa rekomendasi dari DPP PKB atas pencalonan Abdul Halim Muslich juga sudah turun? Menurutnya, surat rekomendasi PKB juga sudah turun bersamaan dengan pemberian rekomendasi dari DPP Partai Gerindra.
“Diurus bareng-bareng ke Jakarta. Pak Har dan PKB saat ke Jakarta berangkat bareng,” ungkapnya.
Hingga kemarin petang, Ketua DPC PKB Bantul Abdul Halim Muslich belum dapat dikonfirmasi. Ponselnya tidak dapat dihubungi. Namun demikian, sumber dari internal PKB membenarkan perihal rencana pendaftaran pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslich ke KPU pada hari ini.
“Iya. Besok (hari ini) informasinya memang mau daftar,” ucapnya.
Namun demikian, PKB baru akan menggelar koordinasi internal kemarin (27/7) malam. Koordinasi ini untuk memastikan rencana pendaftaran ini.
Nama Pasangan Mulai Mengerucut

SEJUMLAH nama calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul periode 2015-2020 mulai mengerucut. Kemungkinan besar, pilkada tahun ini bakal diramaikan oleh empat pasangan calon.
Partai pemenang pemilu legislatif, PDIP mengusung calon dari internal sendiri yakni Djangkung Sudarmaji-Endah Subekti Kuntariningsih. Kemudian incumbent maju lagi, Badingah-Immawan Wahyudi diusung oleh PAN, Golkar, Partai Nasdem dan Hanura.
Lalu parpol yang dikomandani Prabowo Subiantoro menjatuhkan pilihan bersama partai koalisi PKS, Demokrat dan PKB mengusung Subardi ST-Wahyu Purwanto. Disusul peserta pilkada dari jalur perorangan (independen) pasangan Benyamin Sudarmaji-Mustangid.
Dari empat pasangan tersebut, baru satu yang secara resmi mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Gunungkidul. Pasangan independen menyerahkan berkas pendaftaran ke penyelenggara pemilu (26/7).
Sementara itu, dari parpol berlogo moncong putih, Megawati menjatuhkan pilihan pada Djangkung Sudarmaji yang merupakan Sekretaris DPC PDIP Gunungkidul sebagai balon bupati. Sedangkan pasangannya Endah Subekti Kuntariningsih yang merupakan Ketua DPC PDIP Gunungkidul. Fakta demikian mematahkan niat Sekda Budi Martono yang semula dikabarkan mendampingi Djangkung.
“Rekomendasi dari DPP sudah turun. Saya mendampingi pak Djangkung dalam pilkada ini,” kata Endah Subekti Kuntariningsih.
Turunnya rekomendasi langsung disikapi dengan gerakan cepat. Hari ini calon dari PDIP secara resmi bakal mendaftarkan diri ke KPU untuk ikut pilkada 2015. Menurut informasi, pasangan tersebut akan diarak oleh simpatisan.
Kemudian di pintu lain, pasangan incumbent Badingah-Immawan Wahyudi dipastikan maju lagi. Di markas DPD PAN digelar temu kader dan sosialisasi rekomendasi pasangan (26/7). Ketua DPW PAN DIJ Nazarudin mengatakan secara resmi mengusung Badingah-Immawan Wahyudi untuk kembali meneruskan jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul periode 2015-2020. “Keputusan resmi bersama dengan parpol koalisi, Golkar, Partai Hanura dan Nasdem,” tandasnya.
Sedangkan gerbong dari koalisi Gerindra, PKS, Demokrat dan PKB menelurkan pasangan Subardi ST-Wahyu Purwanto. Duet ini menggeser posisi Kepala DPPKAD Supartono yang semula dikabarkan mendampingi Subardi ST. “Rekomendasi DPP sudah turun. Selasa kami mendaftarkan pasangan Subardi-Wahyu Purwanto ke KPUD,” kata Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Ngadiyono.(zam/gun/ila/laz/ong)