JOGJA—Kantor Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ kembali mengagendakan kegiatan Tri Lomba Juang yang rencananya akan digelar pada 7 dan 8 Agustus mendatang. Kegiatan yang digagas dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ini ditargetkan bisa diikuti oleh 1.000 peserta.
Kepala Seksi Olahraga Kantor BPO DIJ Eka Heru Prasetya mengatakan, tidak berbeda jauh dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Tri Lomba Juang akan mempertandingkan tiga kategori lomba. “Kami bagi dalam tiga kategori, yakni SMP, SMA atau SMK dan umum yang masing-masing memiliki jarak tempuh berbeda,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (28/7).
Menurutnya, di hari pertama kegiatan, Jumat (7/8) akan diperlombakan untuk kategori SMP dan SMA/SMK. Untuk SMP akan menempuh jarak 8 KM. Sedangkan SMA/SMK akan menempuh jarak 17 KM. Sedangkan start dan finish akan mengambil lokasi di Alun-Alun Selatan. Untuk kategori SMP dan SMA/SMK pihaknya mentargetkan setidaknya masing-masing kabupaten dan kota mengirimkan 7 tim.
Dia berharap masing-masing kabupaten dan kota bisa mengirimkan 7 tim untuk kategori SMP dan SMA sederajat. Tapi hingga kemarin Gunungkidul dan Kulonprogo masing-masing baru mengirimkan 2 tim. “Jadi bagi sekolah yang ingin mengirimkan tim bisa langsung mendaftarkan ke BPO,”paparnya.
Sementara itu, di hari kedua, Sabtu (8/8), akan dilombakan kategori umum dengan jarak 45 KM, dengan start dan finish di Alun-alun Selatan. Kategori ini mengambil rute ke arah selatan hingga Palbapang, menuju Jalan Imogiri, kemudian ke arah utara melewati Jalan Wonosari Kemudian ke arah barat menuju Wirobrajan dan kembali lagi ke Alun-alun Selatan.
Menurutnya, untuk kategori umum sudah ada beberapa tim yang mendaftar. Kebanyakan merupakan organisasi, komunitas dan juga anggota Polri dan TNI. “Satu tim terdiri dari sepuluh orang,”ujarnya.
Ditambahkannya, selain untuk memperingati hari kemerdekaan, kegiatan ini juga ajang melatih fisik. Itu terutama bagi generasi muda agar gemar berolahraga. Tri Lomba Juang juga telah dimodifikasi, yang dahulu merupakan gabungan antara lomba lari jarak jauh, lari lintas alam dan gerak jalan. Kini disesuaikan dengan kemampuan para peserta dan disesuaikan dengan jarak tempuh. “Makannya kami pecah menjadi tujuh belas, delapan, dan empat puluh lima kilo meter yang menyimbolkan hari kemerdekaan RI,”ujar Eka.(dya/din/ong)