HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DESTINASI BARU: Canting Mas Puncak Dipowono di Dusun Clapar II Hargowilis, Kokap menjadi destinasi wisata baru di Bukit Menoreh yang digadang akan mampu menyedot minat wisatawan. Tampak wisatawan tengah mengambil foto.
KULONPROGO – Perbukitan Menoreh yang berada di wilayah Kulonprogo menyimpan keindahan alam yang potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Setelah Kalibiru dikenal luas, kini muncul objek wisata alternatif lainnya yakni Canting Mas Puncak Dipowono.
Canting Mas Puncak Dipowono menyuguhkan panorama alam yang indah. Objek wisata yang baru diluncurkan oleh Pemkab Kulonprogo itu berada di Dusun Clapar II Hargowilis. Meski terbilang sebagai puncak tertinggi diantara pegunungan Menoreh, namun akses jalan menuju ke sana mudah dijangkau.
Kepala Desa Hargowilis Sutardi mengatakan, destinasi wisata alam yang baru ini berada pada ketinggian 600 Mdpl. Dijelaskan, dari atas pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Wates dan Waduk Sermo. Disamping itu, kelompok hutan kemasyarakatan Sido Akur bersama masyarakat setempat sebagai pengelola juga telah melengkapinya dengan berbagai wahana seperti yang ada di Kalibiru.
“Selain melihat pemandangan Kota Wates, di arah selatan bisa melihat Pantai Glagah sedangkan ke arah utara tampak perbatasan Purworejo. Jika melihat ke sisi timur terlihat Gunung Merapi serta matahari terbit ketika pagi,” terang, kemarin (28/7).
Sutardi menjelaskan, sedikitnya ada tujuh kelompok yang bersatu mengelola lokasi yang sebagian merupakan tanah hutan rakyat dengan total seluas 197 hektare itu. Seperti halnya Kalibiru, keberadaan objek wisata dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat.
“Kelompok akan mengembangkan lokasi itu tanpa harus merusak kawasan hutan rakyat,” jelasnya.
Ketua Pokdarwis Canting Mas Tumiranto menambahkan, pengembangan kawasan tersebut memang secara bertahap. Ke depan pengelola berencana melengkapi fasilitas termasuk ketersediaan kamar mandi dan homestay.
“Selain itu, akses jalan menuju objek wisata akan diperlebar sehingga kendaraan pengunjung bisa lebih lancar saat menjangkau lokasi wisata,” ungkapnya. (tom/ila/ong)