Setiaky/Radar Jogja
Grafis-pilbub-sleman-okeee
SLEMAN – Perhelatan Pilkada Sleman 2015 makin semarak. Meski komposisi jumlah partai pengusung dua pasangan calon terkesan timpang, kekuatan head to head antara pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun (Duo Sri) dan Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya (Yuda) cukup berimbang. Itu menyusul bergabungnya PKS secara resmi ke koalisi PDIP-Gerindra sebagai pengusung Yuda kemarin (28/7).
Sebelumnya, PKS telah menjalin komunikasi dengan koalisi besar delapan partai pengusung Duo Sri. Yakni, PAN, PPP, Golkar, Nasdem, Demokrat, PKB, Hanura, dan PBB. Bahkan, Ketua DPD PKS SLeman Syafriel Haeba ikut meneken perjanjian kesepahaman antarpartai pada rapat konsolidasi final di RM Pring Sewu, Senin (27/7). Namun, setelah itu, Syafriel menyatakan bahwa PKS ganti haluan.
“Ini urusannya ketaatan terhadap organisasi. Kami ikuti aturan dari pusat,” ujarnya. Terkait pembatalan dengan koalisi besar pengusung Duo Sri, Syafriel mengaku telah berpamitan kepada perwakilan delapan partai tersebut.
Partai berlambang padi dan kapas itu secara resmi telah menyatakan dukungannya kepada Yuda setelah menerima surat keputusan DPP PKS. Surat rekomendasi tersebut menyebutkan bahwa DPP menjatuhkan pilihan pada pasangan Yuni-Danang.
Dengan kondisi itu, baik Duo Sri maupun Yuda sama-sama diusung oleh partai dengan kekuatan masing-masing 25 kursi di DPRD Sleman. Hanya ada selisih sedikit terhadap jumlah suara sah pemilih berdasarkan hasil pemilu legislatif (pileg) 2014.
Saat itu, PKS membukukan 6 kursi dengan perolehan suara 59.288. PDIP 12 kursi dengan 144.636 suara dan Gerindra mendapat 75.175 suara dan 7 kursi parlemen. Total 279.099 suara.
Kekuatan pengusung Duo Sri, di antaranya, PAN 6 kursi dan 86.795 suara, PPP 4 kursi dan 48.621 suara, Golkar 42.722 suara dan 4 kursi, Nasdem 41.192 dan 5 kursi, Demokrat 27.721 suara dan 1 kursi, sedangkan PKB 73.120 suara dan 5 kursi.
Meski tak memiliki kursi di DPRD, kehadiran Hanura dan PBB memperbesar power Duo Sri. Saat pileg, Hanura memperoleh 11.066 dan PBB 3.642. Total 334.879 suara.
Melihat perhitungan itu, Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptono mengaku optimistis mampu mengungguli perolehan suara kompetitornya. “Masih banyak elemen lain siap mendukung kami. Termasuk kader Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya.
Sementara itu, bagi tim pemenangan Duo Sri, bergabungnya PKB merupakan tanda terwujudnya cita-cita koalisi besar untuk mengkolaborasikan massa NU dan Muhammadiyah. “Dengan lebih banyak partai pendukung tentu kami makin kuat,” ujar Ketua Tim Pemenangan Duo Sri Sadar Narima. PKB merupakan representasi Nahdliyin, sedangkan PAN warga Muhammadiyah
Terpisah, Ketua DPC Hanura Sleman Dzit Khaeroni menyatakan ingin mengulang sukses Pilkada 2010. Karena itu, Dzit menjatuhkan pilihan pada Sri Purnomo. “Sejak dulu kami komit bergabung dengan PAN,” katanya.
Pada 2010 pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu memenangi pilkada setelah diusung oleh PDIP dan Koalisi Pelangi, yang terdiri atas PAN, Hanura, Gerindra, dan PDP. (yog/laz/ong)
SLEMAN – Pasangan Sri Purnomo dan Sri Muslimatun (Duo Sri) memastikan diri sebagai peserta pilkada 2015. Dikawal ratusan kader partai pengusung, keduanya mendaftarkan diri di kantor KPUD Sleman kemarin (28/7).
Lima partai tercatat di KPUD Sleman sebagai pengusung Duo Sri. Yakni, PAN, Golkar, PKB, Nasdem, dan Demokrat. Tiga pengusung lain adalah PPP, Hanura, dan PBB.
Bagi Sri Purnomo, pencalonannya sebagai calon bupati demi melanjutkan program kerja yang dilakoninya selama lima tahun terakhir. Sri merasa masih banyak hal yang harus dilakukan demi menciptakan masyarakat Sleman lebih sejahtera.
“Tolong ingatkan saya jika semangat mengendor. Agar siap kerja all out siang malam,” ucapnya di hadapan para petinggi partai pengusung. Untuk mewujudkan harapannya, Sri berharap tim pemenangan tetap mewaspadai kekuatan pengusung calon lain.
Demikian pula Sri Muslimatun yang berharap menang tanpa ngasorake. Supaya tak ada yang merasa menang atau dikalahkan dalam pilkada. “Saling mengingatkan saja. Jika ada yang berbelok, diluruskan,” ucapnya singkat.
Ketua DPD PPP DIJ M Syukri Fadholi mengatakan, partainya sudah menentukan sikap sejak lama untuk mendukung Duo Sri. Nah, sebagai kata akhir atas kebersamaan delapan partai, Syukri mendorong tim pemenangan Duo Sri untuk istiqomah dalam perjuangan memenangkan kandidat yang diusung. “Semoga tak ada aral melintang,” harapnya.
Syukri mengaku sangat yakin terhadap dua wajah kandidat yang diusung. Sebagai incumbent, kiprah Sri Purnomo tak diragukan lagi. Sedangkan Sri Muslimatun yang notabene anggota DPRD Sleman merupakan seorang bidan senior yang mengelola rumah sakit. Keduanya sama-sama antusias dalam kegiatan sosial. “Dua wajah itu sangat meyakinkan,” lanjutnya.
Ketua Tim Pemenangan Duo Sri Sadar Narima mengatakan, koalisi besar yang diusung telah siap di semua lini. Dari kalangan elit hingga grass root. “Kami sudah memetakan kekuatan masing-masing. Tinggal memperdalam konsolidasi internal,” ujarnya.
Dengan kekuatan itu, Sadar ingin mengulang sukses pilkada 2010. Melawan enam pasangan calon, sosok Sri Purnomo mampu unggul lebih dari 30 persen suara pemilih untuk sekali putaran pilkada.
Sadar mengklaim, tanpa PKS bukan halangan bagi koalisi besar pengusung Duo Sri. Menurutnya, asal syarat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta pilkada terpenuhi dianggap cukup. Ya, untuk mendaftarkan pasangan calon, partai pengusung harus memiliki sedikitnya 10 kursi di DPRD Sleman. Dengan lima partai tercatat di KPUD,21 kursi mengantarkan Duo Sri melenggang di pilkada. (yog/laz/ong)