RIZAL SN/RADAR JOGJA
SALAM KOMANDO: Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar (kanan) menjabat seniornya Kompol Danang Bagus Anggoro yang dimutasi menjadi Kapolsek Depok Timur
SLEMAN – Polres Sleman akan melanjutkan berkas kasus kepemilikan jutaan petasan milik Ny Ayem, 69, di Dusun Cungkuk Kidul, Margorejo, Tempel, Sleman. Gudang petasan itu digerebek anggota Satreskrim Polres Sleman, Senin (22/6) lalu. Dari hasil pemeriksaan, diketahui dalam rumah kosong tersebut tersimpan ratusan kardus besar berisi petasan korek berjumlah sampai jutaan buah.Penegasan bahwa kasus tersebut akan sampai ke meja hijau diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sleman yang baru AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada Radar Jogja, kemarin (28/7). AKP Sepuh menggantikan pejabat lama yakni Kompol Danang Bagus Anggoro yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapolsek Depok Timur, per 25 Juli 2015 lalu. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan. Terhadap tersangka dikenakan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.
“Sesuai rencana penyidikan berkas perkara akan segera dikirimkan ke kejaksaan,” terangnya. Hal itu menurutnya, sejalan dengan prioritas Kapolri yaitu mewujudkan transparansi penyidikan sebagai bentuk pelayanan dan mendapatkan kembali ke-percayaan masyarakat kepada Polri khususnya dalam penegakan hukum. “Kasus-kasus yang ditangani wajib ditindaklanjuti dengan memperhatikan asas keadilan dan kemanfaatan. Reskrim Polres Sleman harus berlaku profesional dan objektif sehingga dapat memberikan kepastian hukum,” ujarnya.
Sedangkan yang menjadi perhatiannya saat ini salah satunya, maraknya kejahatan curanmor di wilayah hukum Polres Sleman. Namun pengungkapan tersebut tanpa melupakan dan mengenyampingkan kasus-kasus yang masih dalam tahap penyelidikan maupun penyidikan. Menurutnya, kejahatan-kejahatan konvensional terutama curanmor yang masih cukup tinggi sebagai imbas dari semakin majunya perekonomian penduduk Kabupaten Sleman ini yang saat ini menjadi perhatian kita. “Sebab tidak bisa dipungkiri, perkembangan sebuah daerah juga diikuti semakin tingginya angka kejahatan,” tandasnya. (cr3/din/ong)