DOK FORPI KOTA JOGJA FOR RADAR JOGJA
DIHUKUM: Peserta MOS di SMKN 5 Yogyakarta dihukum push up sebanyak 30 kali karena ketahuan membawa dan bermain HP.
JOGJA – Senin (27/7) lalu merupakan hari pertama tahun ajaran baru semua sekolah, mulai dari SD hingga SMA. Sebagai-mana tradisi-tradisi sebelumnya, untuk tingkat SMA sederajat diadakan Masa Orientasi Siswa (MOS). Hingga hari kedua pelak-sanaan MOS di sekolah-sekolah di Kota Jogja, dilaporkan ber-langsung lancar tanpa pelang-garan, meski sempat diwarnai pelaporan dari wali murid.Hal itu seperti hasil dari pe-mantauan Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Inte-gritas Kota Jogja. Ketua Forpi Baharuddin Kamba mengatakan, pelaksanaan MOS di Kota Jogja berjalan lancar, dan tidak dite-mukan pelanggaran.
Pada hari kedua (28/7) kemarin, Forpi melakukan pemantauan pelaksanaan MOS di beberapa SMA Negeri di Kota Jogja, di an-taranya di SMAN 8 dan SMKN 5. “Kami sempat mewawancarai beberapa siswa peserta dan pa-nitia MOS di SMA N 8, mengaku tidak ada tugas-tugas berat yang diberikan oleh panitia,” katanya.Selain itu juga tidak ada sanksi atau hukuman berupa fisik. “Be-gitupun barang-barang yang disuruh bawa oleh panitia, tidak mahal dan mudah dicari. Selain itu, setiap kelompok juga diminta membuat video yang bertemakan dengan toleransi yang semestinya,” tuturnya.
Sementara itu, pantauan di SMKN 5 Yogyakarta, Forpi menemukan adanya satu peserta yang dihukum oleh panitia dengan hukuman push-up sebanyak 30 kali karena bermain HP dan berkata kasar kepada salah satu panitia. Forpi sempat menanyakan kepada peserta yang dihukum push-up, dan mengaku tidak tahu kalau bermain HP dihukum push-up sebanyak 30 kali. “Menu-rut hemat kami, setiap sanksi yang diberikan harus dimaknai dan berefek edukatif. Bukan mengarah kepada penyiksaan atau balas dendam,” katanya.
Untuk itu, Forpi mendorong kepada panitia MOS dan pihak sekolah menjelaskan semua aturan main dan kalau perlu dibuat semacam kontrak per-nyataan terhadap sanksi yang diberikan, misalnya melanggar apa dan sanksinya apa. Sementara itu, sehari sebelumnya (27/7), Forpi melakukan peman-tauan MOS di SMA N 3 Jogjakarta. Pelaksanaan MOS di SMA Negeri, sempat dikeluhkan oleh wali mu-rid. Menindaklanjuti keluhan tersebut, Forpi langsung menda-tangi SMAN 3 Jogjakarta, hari itu juga (Senin, 27/7). Di sana ternyata pelkasnaan MOS juga masih ber-jalan dalam batas kewajaran.
“Setelah kami tanyakan ke pihak sekolah dan peserta MOS, mereka mengatakan tidak keberatan dengan pelaksanaan MOS dan penugasannya. Masih dalam batas wajar, hanya saja mungkin persepsi orang tua berbeda-beda,” ungkapnya. Nantinya, hasil pantatauan For-pi ini akan dilaporkan ke wali kota. “Dalam hal ini kami memang hanya memantau, selanjutnya hasil panuatan akan kami laporkan ke Pak Wali (Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti),” pungkasnya. (cr3/jko/ong)