SETIAKY ANUGERAHANANTO KUSUMA/RADAR JOGJA
SILATURAHMI BUDAYA: GPH Benowo (dua dari kanan), GBPH Yudhaningrat, dan Ki Mantep Sudarsono menghadiri syawalan dalang Surakarta-Jogjakarta di Ndalem Yudhaningratan.
JOGJA – Ada peristiwa bu-daya yang terbilang langka terjadi di Ndalem Yudha-ningratan Jalan Ibu Ruswo, Senin (27/7) malam. Sebuah pagelaran wayang kulit semalam suntuk gagrak (gaya) Surakarta dipentaskan di depan sejumlah dalang Jogja.Dalang yang sedang unjuk kebolehan adalah Gusti Pangeran Haryo (GPH) Benowo. Ia merupakan salah satu putra mendiang Raja Kasunanan Surakarta Paku Buwono XII. Gusti Benowo yang dikenal berprofesi se-bagai dalang mementaskan lakon Kresna Duta. Ia unjuk kebolehan di depan saudara mudanya sekaligus tuan rumah GBPH Yudhaningrat.Tampak hadir pula di tengah penonton, GBPH Prabuku-sumo yang pada 12 Juli lalu dikukukan anggota Trah Paguyuban Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan di petilasan Keraton Ambar-ketawang sebagai Sultan Hamengku Buwono XI.”Wayang gagrak Surakarta dan Ngayogyakarta itu pada dasarnya sama. Sumbernya sama-sama dari Kerajaan Mataram yang didirikan eyang Panembahan Seno-pati,” ucap Gusti Benowo.Lantaran berasal dari kakek moyang yang sama, wayang gagrak Surakarta dan Jogja tidak perlu dipertentangkan.Dalam pementasan itu, Gusti Benowo tidak tampil penuh. Ia berkolaborasi dengan dalang setan Ki Mantep Sudarsono. Sebelum acara berlangsung, antar-dalang dari Surakarta dan Jogjakarta memanfaatkan pertemuan itu untuk syawa-lan.Ketua Persatuan Pe-dalangan Indonesia (Pe-padi) Kota Jogja Ki Cermo Sutedjo ingin mentradisikan forum silaturahmi antarda-lang Surakarta dan Jogja itu. Baginya, pertemuan di kediaman Gusti Yudha itu merupakan momentum yang baik. (kus/jko/ong)