DPD PDIP DIJ akhirnya bertindak tegas dengan memberhentikan Wakil Ketua DPC PDIP Sleman Sri Muslimatun sebagai kader partai banteng moncong putih. Hal itu setelah yang bersangkutan membelot dari partainya dengan menjadi calon wakil bupati Sleman mendampingi Sri Purnomo, saingan PDIP dalam Pilkada 2015.
Demikian diungkapkan Ketua DPD PDIP DIJ Bambang Praswanto kepada wartawan di kantor DPD PDIP DIJ Jalan Tentara Rakyat Mataram, kemarin (28/7). Menurutnya, sikap tersebut harus dilakukan sebagai bentuk ketegasan partai kepada kader yang membelot.
“Terkait kader yang jelas-jelas membelot, DPD memberikan sanksi tegas seperti yang telah dilakukan salah satu anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Sleman saudari Sri Muslimatun. Dia yang juga wakil ketua DPC PDIP Sleman, oleh DPP sudah dipecat dan surat pemecatan sedang dalam proses,” katanya.
Sebelumnya, setelah santer diberitakan akan diusung mendampingi Sri Purnomo sebagai cawabup Sleman, Sri Muslimatun disebut sudah beberapa kali dipanggil pihak partai untuk memberikan klarifikasi. “Namun saat dipanggil yang bersangkutan tidak hadir, berarti loyalitasnya nol. Akhirnya diputuskan untuk dilakukan pemecatan,” terangnya.
Kondisi itu, menurut Bambang, tidak akan terlalu mempengaruhi suara PDIP di Kabupaten Sleman. Sebab Muslimatun dinilai sebagai kader baru yang tidak banyak memiliki basis massa.
“Dia dicalonkan sebagai anggota DPRD, saat itu karena tuntutan undang-undang bahwa harus ada keterwakilan 30 persen perempuan. Ke depan ini menjadi evaluasi bahwa dalam seleksi kader harus yang jelas ideologinya,” kata Bambang yang didampingi Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP DIJ Dwi Wahyu Budiantoro. (cr3/laz/ong)