WAHYU METASARI/RADAR JOGJA
DAPAT SERTIVIKAT HALAL: Penyerahan sertifikasi halal oleh perwakilan MUI kepada Direktur Utama JIH dr. Mulyo Hartana (kanan), kemarin (28/7).
JOGJA – Bisnis pelayanan kese-hatan dengan sistem syariah, kini mulai berkembang di Indo-nesia. Tak hanya yang berkaitan dengan sistem keuangan, juga pelayanan gizi yang berkaitan dengan makanan. Untuk memenuhi kualifikasi ter-sebut, Rumah Sakit (RS) JIH se-cara resmi mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk urusan pelayanan gizi dan boga, Selasa (28/7). Direktur Utama RS JIH dr. Mulyo Hartana mengatakan, makanan yang baik dan juga sehat, sudah men-jadi kebutuhan bagi setiap orang. Oleh karena itu, sebagai salah satu rumah sakit Islam, JIH berupaya memberikan pelayanan gizi yang maksimal bagi pasien, khususnya bagi yang beragama Islam. “Ada beberapa hal yang men-jadi pertimbangan untuk mem-peroleh sertifikasi ini. Yakni mulai dari bahan yang digunakan, pro-ses pengolahan makanan, hingga pengerjaan. Semuanya dikerjakan sesuai standart,” jelasnya.
Tak hanya makanan, pembe-rian obat-obat kepada pasien nantinya juga akan dimonitoring secara ketat. Bahkan dalam waktu yang belum ditentukan, untuk memberikan pelayan yang jauh lebih maksimal, JIH akan melayani pasien dengan lebih private lagi, yakni dengan mengklasifikasikan penggunaan tenaga medis se-suai mahramnya. “Sehingga nanti, jika pasiennya laki-laki, dokter dan suster yang menangani juga laki-laki. Begitu pula sebaliknya, jika pasiennya perempuan, dokter dan suster yang menanganinya juga perem-puan,” terangnya. Ia menyampaikan, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan program tersebut. Salah satunya dengan terpenu-hinya tenaga medis ataupun SDM itu sendiri.
“Saat ini kebanyakan tenaga medis itu perempuan. Jarang sekali perawat itu laki- laki. Sehingga masih perlu di-kaji lagi,” katanya. Meski berlabel rumah sakit Islam, sambung dr. Mulyo, JIH sama se-kali tidak membeda-bedakan pe-layanan. “Rumah sakit ini rumah sakit umum. Kami tidak membeda-bedakan pelayanan ataupun pasien berdasarkan latar belakang agama. Apa pun keyakinannya, jika mereka ingin berobat ke tempat kami, dengan senang hati kami akan melayaninya,” ujarnya. (sce/met/jko/ong)