BAHANA/RADAR JOGJA
TUNGGU KEPASTIAN : Laga uji coba PSS Sleman kontra Godean Selection di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Minggu (26/7).
SLEMAN – Turnamen Piala Kemerdekaan kembali diundur pelaksanaan dari sebelumnya 2 Agustus menjadi 15 Agustus. Mundurnya turnamen yang digagas oleh Tim Transisi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini cukup meresahkan PSS Sleman.
Sebab, dengan jadwal turnamen yang kembali molor berimbas pada rencana persiapan skuad. Akibatnya sejumlah uji coba yang telah dijadwalkan dibatalkan sampai dengan kepastian penyelenggaraan Piala Kemerdekaan.
General Manager PSS Soekoco mengatakan, salah satu uji coba dibatalkan melawan Magelang Selection di Maguwoharjo International Stadium (MIS) yang rencanaya digelar Rabu (29/7). “Buat apa kami menggelar ujicoba bila jadwal kembali diundur. Kalau kami paksakan nantinya repot. Maka dari itu ujicoba benar-benar digelar bila jadwal Piala Kemerdekaan benar-benar fix,” jelas Soekoco Selasa (28/7).
Menurut Soekoco, molornya jadwal Piala Kemerdekaan juga berdampak pada beban operasional klub. Dengan jadwal pertandingan yang mundur dari rencana awal menyebabkanbiaya operasional membengkak.”Kami harus menanggung biaya hidup pemain. Bila jadwal kembali mudur maka tanggungan kami semakin besar. Sedangkan turnamen ini sendiri sifatnya pramusim,” jelasnya.
Dia menyebut pembiayaan tim harus membengkak sampai angka Rp100 juta karena pelaksanaan turnamen harus mundur hampir dua pekan.”Setiap hari ada agenda kan ada pengeluaran-pengeluaran. Sebab latihan dilaksanakan setiap hari,” jelasnya.
Pelatih PSS Sleman Didik Listiyantara masih berharap ada peluang untuk tetap merealisasikan uji coba lawan Magelang All Star. Sebab uji coba dengan Magelang akan dijadikan evaluasi selama menjalani latihan. “Apalagi selama ini kan sudah ada komunikasi dengan pihak Magelang. Sayang jika begitu saja tidak diwujudkan,” papar Didik.
Eks pelatih Persiba Bantul itu sebenarnya justru merasa lega dengan adanya pengunduran jadwal turnamen. Dengan mundurnya turnamen, maka klub memiliki waktu lagi untuk pembenahan tim menjadi lebih solid. “Baru sepekan langsung dihadapkan pada turnamen resmi akan cukup berat. Sejauh ini fisik pemain masih menjadi catatan akibat kompetisi libur,” terangnya.
Dari laga uji coba kontra Godean Selection Minggu (26/7) lalu, merupakan laga perdana bagi Didik dalam menukangi PSS Sleman. Dari pertandingan tersebut, pelatih berlisensi A nasional ini mengakui mendapatkan sedikit gambaran strategi seperti apa yang nantinya akan diterapkan oleh skuad PSS Sleman dalam mengarungi Piala Kemerdekaan.
Dalam laga ujicoba pertamanya, Didik menginstruksikan kepada Nova Arianto cs untuk mengandalkan kombinasi serangan dari kedua sayap. Hal ini memang terbukti ampuh dalam memberikan tekanan kepada lawan. “Sebelum turnamen digelar, saya inginkan ujicoba lagi untuk memantapkan permainan,” terangnya.
Sedangkan untuk menambah kedalam skuad, Didik mengaku masih akan berburu pemain. Pemain yang dibutuhkan skuad saat ini ialah tipikal gelandang serang yang dapat berposisi sebagai playmaker.
Pelatih PSS Didik Listiyantara sudah berupaya meminta manajemen untuk segera mungkin mencarikan satu pemain yang kapasitasnya sekelas Busari. Didik berharap rekrutan tersebut setidaknya memiliki pengalaman bertanding di kompetisi laga tertinggi Liga Indonesia (ISL). “Kapasitasnya harus sama. Sebab stok playmaker kami tidak ada,” terangnya.
Didik sempat mencoba kemampuan Nanda Nasution untuk dipaksakan menjalankan peran di posisi Busari. Dari penilaiannya, kemampuan yang ditampilkan masih belum sesuai dengan skema permainan.
Busari sendiri memang terbukti menjadi pemain yang mampu memberikan permainan memukau untuk tim yang dibelanya. Sewaktu di Persiba , trio Busari, Slamet Nurcahyo dan Ezequiel Gonzales menjadi kombinasi serasi hingga akhirnya mengantar tim itu meraih titel juara Divisi Utama 2011. “Saya masih akan berburu pemain lagi. Ada beberapa nama namun saya belum bisa ungkapkan sekarang karena masih harus berbicara dengan manajemen,” terangnya. (bhn/din/ong)