PADA bagian lain, Asisten Sekretaris Kota (Assekkot) II Aman Yuriadjaya mengatakan, pemkot melakukan penataan Altar seiring dengan dilakukannya revitalisasi Alun-Alun Utara. Karena itu, ke-marin pemkot Jogja akhirnya benar-benar menertibkan parkir dan PKL yang kurang lebih selama dua minggu terakhir berjualan di atas Altar.Penertiban tidak hanya kemau-an pemkot, namun juga pihak provinsi dan keraton. Dalam hal ini, penertiban dilakukan juga merujuk surat dari Gubernur DIJ yang meminta percepatan pe-nataan Altar. “Tujuh hari kedepan pembersihan dan penataan Alun-Alun Utara akan kita lanjutkan,” tegasnya.Sementara itu Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X seusai syawalan dengan abdi dalem di Bangsal Kepatihan ke-marin, mengakui ada permintaan percepatan penataan Altar. Tapi untuk teknisnya, HB X meminta untuk menanyakan ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Rani Sjamjinarsi. ” Tanya ke Bu Rani, kalau teknisnya aku ora apal,” jawabnya.
Upaya percepatan penataan Altar juga sudah dilakukan Pem-prov DIJ dengan menggelar rapat koordinasi dengan Pemkot Jogja, yang dipimpin langsung Sekprov DIJ Ichsanuri. Meskipun begitu, Ichsanuri masih enggan menjelaskan proses per-cepatan penataan Altar, yang me-liputi aspek trasnportasi, parkir, PKL hingga pembangunan fisik lainnya. “Tanya ke Pak Asekprov II (Assekprov Bidang Per ekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ Didik Purwadi) sebagai koordina-tornya,” ujar Ichsanuri.Sementara itu Didik ketika di-temui sebelum mengikuti rapat koordinasi Pemprov DIJ dengan Pemkot Jogja memastikan, meski dilakukan percepatan, penataan tetap komplet sesuai perencanaan awal. Bahkan, dirinya menarget-kan sebelum 17 Agustus 2015 sesuai harapan Gubernur DIJ, penataan Altar sudah selesai. “Harapan kami paling tidak 13 Agustus 2015 sudah bisa dires-mikan,” ujarnya. (pra/jko/ong)