YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
AKRAB: Acara Syawalan jajaran Bank Sleman dengan para pejabat teras Pemkab Sleman di Grha Sarina Vidi, Selasa malam (28/7).
SLEMAN- Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Sleman terus menunjukkan perkembangan yang positif. Bahkan, harapan pemerintah untuk menjadikan Bank Sleman sebagai bank umum kian di depan mata.
Direktur Utama Bank Sleman Muh Sigit mengatakan, konsistensi dalam menopang usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadikan lembaga perbankan yang dipimpinnya menjadi bank perkreditan rakyat (BPR) terbesar se-Indonesia dari segi aset per Maret 2015.
Bank Sleman mampu menyalip prestasi serupa yang diraih Bank Pasar Magelang sejak akhir 2014. “Tentu kami akan pertahankan prestasi untuk menopang pemberdayaan usaha kecil mikro,” ujarnya di sela acara Syawalan dengan para pejabat teras Pemkab Sleman di Grha Sarina Vidi, Selasa malam (28/7).
Hingga Juli, total aset tercatat sebesar Rp 565 miliar. Dana masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan Rp 403 miliar. Sedangkan kredit yang disalurkan kepada masyarakat Rp 472 miliar. ” Dana masyarakat yang disimpan di Bank Sleman seluruhnya disalurkan dalam bentuk kredit bagi kemajuan perekonomian masyarakat,” lanjut Sigit.
Ketua Dewan Pengawas Bank Sleman Sunartono mengatakan, kemajuan BUMD yang 100 persen asetnya milik Pemkab Sleman sangat pesat. “Ini tentu dengan pengawasan keras demi mencapai kemajuan,” katanya.
Dalam kurun waktu 3 tahun, Bank Sleman mampu mengumpulkan modal Rp 100 miliar. Padahal sebelumnya hanya bermodal Rp 30 miliar. “Perlu semangat lebih besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi bank umum,” tutur Sunartono. (yog/din/ong)