SEMENTARA ITU, MOS di Kulonprogo juga diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Salah satunya dengan memberikan materi tentang demokrasi dan pemilu kepada siswa. Seperti yang dilakukan di SMA N 1 Girimulyo. Komisioner KPU Kabupaten Kulonprogo Marwanto mengatakan, demokrasi masih dipercaya mampu memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara bagi warga masyarakat Indonesia. Marwanto menjelaskan, mengutip pene-litian Lembaga Survei Indonesia (LSI) warga yang setuju dengan pelaksanaan demokrasi sebesar 78 persen. Namun yang menyatakan kepuasan terhadap kinerja lembaga demokrasi hanya 58 persen. Menurutnya, hal ini bisa diartikan masih ada ketimpangan yang perlu diperbaiki, untuk menyempurnakan praktik demokrasi di Indonesia.”Caranya tentu bukan mengganti ideologi atau tata kelola berbangsa dan bernegara, dan jangan kembali ke sistem otoriter,” ujarnya di hadapan siswa.
Marwanto menambahkan, pemahaman demokrasi di kalangan siswa sudah ber-jalan baik namun masih perlu dijelaskan lebih gamblang. Dicontohkan, tentang tata cara pemilihan Ketua Osis. “Saat siswa diminta memilih untuk pemilih-an langsung seluruh siswa atau cukup melalui perwakilan guru dan siswa, mayoritas siswa menjawab ingin dipilih langsung siswa,” ungkapnya.Menurut Marwanto, hal ini menunjuk-kan generasi muda masih menyukai demokrasi langsung dibandingkan demokrasi perwakilan. “Tentu keduanya ada kelebihan dan kelemahannya, pemilihan langsung tentu lebih demo-kratis. Namun peran dan fungsi dewan perwakilan juga harus dijelaskan,” tegasnya.Selain sosialisasi pemilu ke siswa, pihak sekolah juga mendatangkan narasumber dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, Koramil dan Polsek setempat. (tom/ila/ong)