JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menilai saat ini belum tejadi kekeringan karena musim di DIJ. Beberapa wilayah yang sudah mengalami krisis air, disebabkan lokasinya yang berada di ketinggian. Saat ini juga masih bisa diatasi dengan droping air.
“Kekeringan karena musim belum, tapi kalau kekeringan karena memang tidak ada air iya. Itu kan setiap tahun seperti itu,” ujar HB X ketika ditemui seusai syawalan dengan abdi dalem keprajan Keraton Jogja di Kepatihan, kemarin (29/7).
Beberapa wilayah seperti Prambanan maupun Gunungkidul, setiap tahunnya selalu mengalami kekurangan air. Hal itu biasanya diatasi dengan droping air. “Kalau itu kan sudah tahu kabupaten untuk penangananya,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Gatot Saptadi mengatakan belum saatnya mengeluarkan status siaga tanggap darurat kekeringan. Pihaknya menilai saat ini masih masuk permulaan musim kemarau. “Kita jangan terlalu mudah mengeluarkan status siaga darurat. Kalau bisa ditangani secara reguler, ya regular saja,” katanya.
Diakuinya, saat ini sudah ada usulan dari Kabupaten Bantul dan Gunungkidul untuk menerapkan status siaga kekeringan. Tapi, lanjut dia, status tanggap darurat kekeringan tidaklah mudah, harus ada surat keputusan gubernur. Itu pun membutuhkan kajian dari instansi teknis terkait. “Usulan itu akan jadi masukan bagi kami,” ungkapnya.
Menurut pria yang disebut-sebut akan menduduki jabatan Plt Bupati Sleman ini, sesuai prediksi beberapa kalangan, tahun ini diindikasikan akan masuk dalam kemarau panjang. Karena itu, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan.
Dari pendataan BPBD DIJ, saat ini paling tidak terdapat 16 kecamatan di DIJ yang rawan mengalami kekeringan. Sebagian besar berada di wilayah Gunungkidul. Di sisi lain pihaknya juga meminta kesiapan masyarakat. “Semoga tidak apa-apa, masyarakat sudah tangguh (menghadapi kekeringan),” ujarnya.
Terpisah, Plt Bupati Gunungkidul Budi Antono mengungkapkan belum mendapat laporan tentang kekeringan di daerahnya. Tapi Budi yang pernah bertugas di BPBD DIJ ini meminta penanganan kekeringan di Gunungkidul tidak sebatas droping air. “Bantuan diharapkan juga pengembangan jaringan hingga pencarian sumber daya air,” harapnya. (pra/laz/ong)