BANTUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul memastikan sejumlah persyaratan mendasar pen-calonan Suharsono-Abdul Halim Muslich telah terpenuhi. Pernyataan ini ditegaskan Ketua Pokja Pencalonan KPU Kabupaten Bantul Arif Widayanto menyusul ber-hembusnya kabar adanya pemalsuan surat persetujuan DPP Partai Gerindra atas pencalonan Suharsono. “Semua clear. Sesuai dengan syarat pencalonan,” tegas Arif, kemarin (29/7).
Arif menyatakan ada tiga persyaratan yang harus ada sekaligus diverifikasi saat pendaftaran. Yakni, surat pencalonan, surat persetujuan DPP, dan surat tentang struktur kepengurusan partai.Dikatakan Arif, surat pencalonan harus ditandatangani sekaligus dicap basah oleh pengurus partai politik (parpol) atau gabungan parpol yang mengusung. “Surat persetujuan partai dari DPP Gerindra juga ada,” ujarnya.Berdasar pencermatannya, surat per-setujuan tersebut asli. Begitu pula dengan tanda tangan Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Arif menerangkan, penggunaan tanda tangan asli atau hasil scaning pada surat persetujuan DPP merupakan kewe-nangan internal partai. Ini tak memengaruhi keabsahannya. “Toh, kalau pengurus DPP ada yang menggugat karena tak merasa mengeluarkan ya silakan. Itu pun gugatan harus menunggu SK penetapan pasangan calon,” tandasnya.
Adapun surat tentang SK kepengurusan partai Gerindra juga sudah sesuai. Struktur kepengurusan DPC Partai Gerindra yang mengusung Suharsono sesuai dengan yang tertera dalam situs KPU RI. “Namun berkas-berkas yang ada akan kami teliti. Proses penelitian sekarang sudah mulai dan berakhir tanggal 3 Agustus,” urainya.Ketua DPC Partai Gerindra Bantul Nur Subiyantoro mengaku mendengar infor-masi perihal keabsahan persetujuan DPP Partai Gerindra. Meski begitu, bekas lurah Pleret ini memastikan surat plus tanda tangan ketua umum dan sekjen pada surat persetujuan asli. “Tanda tangan-nya juga bukan scaning,” tandasnya.Nur menambahkan, proses pengajuan rekomendasi Suharsono sebagai calon bupati kepada DPP sudah dilakukan saat jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Bantul masih dipegang Purwanto. Surat tersebut baru turun setelah berganti kepengurusan. “SK DPP yang menunjuk saya sebagai ketua DPC diteken 5 Juli,” tambahnya. (zam/din/ong)