RIZAL SETYO NUGROHO/Radar Jogja
 
 
 
SLEMAN – Polda DIJ melakukan pengosongan terhadap belasan rumah di asrama polisi (Aspol) Brimob Gowok di Desa Caturtunggal, Depok, kemarin pagi (29/7). Rumah-rumah yang ditempati 32 kepala keluarga itu juga dibongkar menggunakan dua alat berat. Dalam prosesnya, diketahui tidak ada perlawanan dari warga penghuni bekas asrama itu.
Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pujiastuti mengatakan, asrama yang semula ditempati 32 KK tersebut saat ini telah dihuni oleh penghuni yang secara aturan dan legalitas tidak mempunyai hak untuk menempati lahan atau rumah tersebut.
“Dengan kebutuhan yang semakin mendesak dari Polda DIJ untuk membangun kantor Den Gegana Satbrimob di lokasi lahan bekas Aspol Gowok itu, maka Polda DIJ mengambil langkah tindak lanjut pengamanan aset,” katanya.
Sebelumnya pada April 2010, Polda DIJ mengajukan sertifikat tanah Aspol Gowok ke BPN Sleman. Kemudian para penghuni yang berjumlah 32 KK mengajukan gugatan ke PN Sleman. Namun dalam putusan PN Sleman No 91/Pdt.G/2010/PN Sleman menyatakan menolak gugatan warga. Hal itu kemudian dikuatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi DIJ dan Mahkamah Agung.
Sebelum dilakukan pengosongan, pada 3 Juli 2015 Polda DIJ melayangkan surat peringatan kepada beberapa warga yang bersikeras masih tinggal di tempat tersebut. Yakni Asih Gunung Dwiyanto, Mamad, Ny Sunarso, Ny Sutrisno, Ny Vita dan Ambyan Suhardi,
Salah satu penghuni Aspol Gowok Mamad Rahmadi, 55, menempati rumah tersebut sejak tahun 1981. Dia mengaku, rumah tersebut telah dibeli ayahnya dari bagian logistik Polwil Jogjakarta.
Namun, saat ayahnya meninggal dia tidak dapat menemukan bukti pembayaran rumah yang ditempatinya di Blok A2 No 22 RT 10 RW 05 Desa Caturtunggal, Depok. “Saya sedang mengajukan pembuatan sertifikat, sekarang sedang dikroscek masuknya di peta masuknya Bantul, tapi diklaim Sleman,” katanya. (cr3/laz/ong)