GUNAWAN/RADAR JOGJA
SIAGA:Sejumlah murid SMAN 1 Wonosari memperagakan upaya penyelamatan diri saat terjadi bencana gempa bumi, kemarin (29/7).
GUNUNGKIDUL – Masa orientasi siswa (MOS) di Gunungkidul kali ini lebih positif. Seperti dilakukan siswa di SMAN 1 Wonosari dengan sosialisasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Ketua Panitia MOS SMAN 1 Wonosari Yeremias mengatakan, kegiatan me-nyangkut penanggulangan bencana saat MOS baru pertama kali dilakukan. Diakuinya kegiatan ini dinilai penting untuk mengenalkan pada siswa tentang penanggulangan bencana. “Harus siap siaga, termasuk saat ben-cana gempa bumi terjadi,” kata Yeremias, kemarin (29/7).
Kegiatan simulasi bencana gempa bumi diikuti oleh 216 siswa baru. Di-pimpin oleh petugas dari BPBD Gunung-kidul, ratusan siswa mendapatkan sosia-lisasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kemudian mereka langsung memperagakan berbagai upaya penye-lamatan.Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan, dalam simulasi ini diasumsikan terjadi saat para siswa saat berada di kelas. Dengan tanda bunyi sirine, para siswa termasuk guru berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah meja, selanjutnya berlari ke halaman sekolah sebagai titik kumpul. “Meski simulasi hanya dipersiapkan sekitar satu jam tapi hasilnya cukup lumayan. Para siswa tahu bagaimana harus menyelamatkan diri. Selain itu, beberapa siswa yang bertugas sebagai relawan juga sanggup melakukan evakuasi dan pertolongan bagi teman yang mengalami luka,” kata Sutaryono.
Menurutnya, kegiatan ini patut ditiru sekolah lain karena selama ini belum banyak siswa sekolah yang tahu bagaimana menghadapi bencana, termasuk ketika berada di lingkungan sekolah.Sementara itu, MOS yang berlangsung selama tiga hari mulai Senin (27/7) lalu juga diisi dengan wawasan wiyata, pengenalan ekstrakurikuler, kesadaran berbangsa dan bernegara. Juga tata krama dan budi pekerti, disiplin berlalu lintas, kultur sekolah, serta manajemen stres. (gun/ila/ong)