ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TAK MAKSIMAL: Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (RAKOR POK) Terpadu Triwulan II di Ruang Bina Praja Kabupaten Magelang.
MUNGKID – Alokasi belanja Langsung APBD Kabupaten Magelang tahun 2015 tidak ter serap sesuai target yang diinginkan. Dari dana Rp 634 miliar, sampai akhir triwulan II tahun 2015 telah terserap sebesar 15,89 persen dari target 33,06 persen. Sementara, sampai 23 Juli 2015 penyediaan dana triwulan II se besar Rp 211,436 miliar hanya terserap Rp 101,407 miliar atau 47,96 persen. Adapun realisasi fisik tertimbang kabupaten sebesar 25,76 persen dari target 38,43 persen.”Secara umum, realisasi fisik dan keuangan pada triwulan II Tahun Anggaran 2015 meningkat bila dibandingkan dengan triwulan I,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin kemarin (30/7).
Menurut bupati, kesenjangan antara target dengan realisasi fisik dan keuangan mengalami kenaikan tiga kali lipat dibandingkan dengan kesenjangan pada triwulan per-tama. Karena itu, pada kesempatan Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan ( RAKOR POK ) Terpadu Triwulan II di Ruang Bina Praja Kabupaten Magelang, pemkab akan mengevaluasi penye-babnya secara mendalam agar ada perbaikan kinerja. Sehingga realisasi fisik maupun keuangan bisa men-capai target yang ditetapkan.Ia melanjutkan, di sisi lain, pe-ngadaan barang dan jasa terutama yang pagu anggaranya cukup besar dan harus melalui Unit Layanan Terpadu (ULP), sesuai Sistem Informasi Rencana umum Pe-ngadaan (SIRUP) sampai akhir triwulan II seharusnya dilimpah-kan 171 paket. Namun, baru terealisasi 124 paket atau 75,32 persen. Kondisi ini menyebabkan penumpukan pada triwulan II.
“Ketidakpatuhan SKPD pada jadwal pengadaan menimbulkan multiplier effect yang negatif pada pencapaian realisasi fisik maupun penyerapan anggaran. Apalagi jika terjadi lelang ulang maupun gagal lelang,” katanya.Untuk memperbaiki kinerja pelak-sanaan APBD Tahun Anggaran 2015 pada triwulan berikutnya, Bupati mengimbau pada para kepala SKPD untuk meningkatkan pengen dalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan melalui koordinasi internal. SKPD secara rutin, perlu me-laksanakan percepatan pe laksanaan fisik maupun penyerapan angga-ran dengan tetap memedomani ketentuan yang berlaku.”Secara bergiliran akan me manggil unsur pimpinan di SKPD. Tujuan-nya memecahkan permasalahan yang dihadapi di masing masing SKPD,” jelasnya. (ady/hes/ong)