Grafis-danais
JOGJA – Setelah ditunggu-tunggu, akhir-nya dana keistimewaan (Danais) DIJ termin kedua tahun ini, cair. Dana sebesar Rp 290 miliar tersebut, sudah diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ, Rabu (29/7). Untuk pengunaannya, anggaran tersebut masih ditambah anggaran yang sudah ada di kas Pemprov DIJ sebesar Rp 11 miliar, sehingga total danais termin kedua Rp 301 miliar
Dengan cairnya danais tersebut, pemprov dituntut agar bisa lebih maskimal dalam pemanfaatannya, sehingga danais termin ketiga juga cair dengan lancar.Kepala Dinas Pendapatan Peng-elolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, dengan cairnya danais termin dua ini, Pemprov DIJ merasa tertantang untuk menjawab harapan ma-syarakat dalam efektfitas pemy-erapan danais. Untuk itu, pi-haknya sudah menyiapkan program-program kegiatan, yang sekiranya mampu menyerap danais secara maksimal. “Akan banyak untuk kegiatan non-fisik, seperti event dan pe-latihan seni budaya. Untuk ke-giatan fisik, ditempatkan pada termin terakhir (termin ketiga),” jelasnya, kemarin (30/7).
Untuk itu, pihaknya berharap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), baik di Pemprov DIJ maupun kabupaten/kota di DIJ, bisa memaksimalkan penyerapan anggaran dengan pengaturan program, di antaranya melalui regulasi, kolektifitas, dan kawa-san yang dapat dijangkau danais. “Program dan kegiatan harus riil,” ingat pejabat yang biasa disapa BWH ini.
Menurut BWH, apabila penyera-pan danais termin kedua ini bisa lancar dan optimal, paling tidak sama dengan penyerapan danais termin satu lalu, maka pencairan danais termin ketiga juga akan lancar. Pihaknya mem-perkirakan danais termin ketiga bisa dicairkan Oktober atau November nanti. “Jika penyerapan-nya maksimal, kami targetkan danais termin ketiga, cair sebe-lum Desember. Syukur bisa Ok-tober nanti,” tegasnya.Diungkapkan, untuk capaian penyerapan danais tahap per-tama tahun anggaran 2015 lalu, mencapai 80,26 persen atau se-kitar Rp 109 miliar. Dengan ca-paian tersebut, berarti sedikit melampaui target penyerapan, dimana target serapannya se-besar 80 persen. “Kami harapkan, danais termin kedua ini, sera-pannya lebih baik lagi dari pe-manfaatan danais termin per-tama lalu,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Badan Peren-canaan Pebangunan Daerah (Bap-peda) DIJ Tavip Agus Rayanto mengaku akan melakukan koor-dinasi dengan Pengguna Angga-ran (PA) dan KPA, baik dari SKPD di lingkungan Pemprov DIJ mau-pun kabupaten dan kota. “Dari hasil pertemuan tersebut, nanti-nya dapat diketahui potensi pro-gram yang sudah dibuat berjalan maupun tidak,” ujarnya.
Setelah itu, pihaknya melanjut-kan dengan pengumpulan surat-surat dan laporan kegiatan/pro-gram yang tidak bisa jalan, se-hingga dananya dikembalikan dan akan dialihkan. Sehingga tidak terjadi potensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) di kas daerah. “Jika ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan, bisa dia-lihkan ke yang lain,” katanya.Menurutnya pengalihan pada kegiatan lain, masih bisa dila-kukan. “Asalkan masih sesuai peruntukannya, masih bisa dia-lihkan, sehingga serapan kita lebih maksimal. Kebanyakan program yang bersifat fisik gagal, karena kesulitan lelang. Nah ini bisa dilakukan di termin akhir,” ujarnya. (pra/jko/ong)