HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SYAWALAN: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat syawalan dengan Gubernur DIJ HB X yang didampingi GKR Hemas di Gedung Kesenian Kulonprogo, kemarin (30/7).
KULONPROGO – Keberadaan ban-dara di Kulonprogo akan membawa multiplier effect dan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Karena itu, aparatur pemerintah dan kalangan usahawan harus bersama-sama merin-tis sejak dini penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. “Hal itu sangat diperlukan agar mampu mengisi jabatan dengan stan-dar profesi yang memerlukan spesia-lisasi kompetensi yang ada,”” kata Gubernur DIJ HB X saat menghadiri acara Halalbihalal 1436 H di Gedung Kesenian Wates, kemarin (30/7). HB X menegaskan, jika SDM profe-sional tidak disiapkan, peluang bisnis dan lowongan kerja yang tercipta hanya akan terisi oleh perusahaan dan kalangan profesional asing. Ter-lebih akhir 2015 sudah mulai mema-suki Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Pemerintah daerah juga perlu mela-kukan reality check kondisi riil di lapangan terkait pembangunan megaproyek yang ada. “Big push akan terjadi di sektor per-tambangan, konstruksi dan infrastruktur yang didukung oleh jaringan KA double-track berikut konektivitas transportasi antarmoda yakni bandara, pelabuhan ikan dan industri baja,” terangnya.Pemkab Kulonprogo bisa menga-rahkan pemanfaatan sumber daya secara efisien dan efektif. Peran pengarahan ini bisa dilakukan dengan mengelompokkan investasi apa saja yang perlu dilindungi untuk mem-perkuat ketahanan ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengungkapkan, memasuki tahun kelima masa ketu-gasannya sebagai bupati, berbagai pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana. Kendati masih ba-nyak kekurangan dan kendala di lapangan, namun fokus pengentasan kemiskinan dan kemandirian daerah khususnya sudah ada perbaikan. Upaya pengentasan kemiskinan dan kemandirian daerah telah dilakukan dengan berbagai gerakan. Salah sa-tunya dengan gerakan Bela dan Beli Kulonprogo, Bedah Rumah, Gerakan Gotong Royong Masyarakat Bersatu (Gentong Rembes), dan gerakan pen-dampingan bagi KK miskin dari PNSD.Setiap tahun, angka kemiskinan terus menurun. Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2011 angka kemiskinan di Kulonprogo yang masih 24,6 persen turun menjadi 21,3 persen di tahun 2013. “Kami berharap angka kemiskinan akan terus turun dan semoga sesuai target, kemiskin turun dan tingal 19 persen saja,” katanya. (tom/ila/ong)