RADAR JOGJA FILE
TANGGUH : Atlet-atlet Sleman mendominasi Kejurda Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga 2015 yang digelar Pengurus Daerah (Pengda) (PABBSI) DIJ di Sporthall Kridosono,(13/6).
JOGJA-Pengurus Daerah (Pengda) Per-satuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) DIJ op-timistis atlet-atlet andalannya bisa tampil maksimal di Pra PON 2015 dan meraih tiket ke PON 2016 di Jawa Barat mendatang. Usai libur Lebaran, pola latihan intensif pun akan kembali dijalani para atlet. Ketua Umum PABBSI DIJ Cahyo Al-kantana mengatakan, latihan sebenar-nya tidak pernah berhenti, namun porsinya saja yang berbeda. Menjelang Pra PON, latihan intensif akan kem-bali dijalani para atlet angkat besi, angkat berat dan binaraga di awal Agustus besok. Harapannya, persiapan maksimal bisa terpenuhi. “Saat ini kami memang fokus ke per-siapan, dari pola latihan yang sudah dijalani teman-teman. Kami optimis-tis bisa mengambil tiket PON 2016,”ujar-nya kemarin (30/7).
Cahyo mengatakan, para atlet yang sudah menjalani latihan puslatda Pra PON yakni atlet binaraga 5 orang, ang-kat berat 4 orang dan angkat besi 5 orang. Pola latihan yang dijalani juga didukung dengan suplemen dan nu-trisi. Sehingga, kombinasi ini diharap benar-benar membuat kondisi para atlet prima saat tampil. Meskipun terbilang aman di kelompok putra, PABBSI DIJ masih cukup kesuli-tan mendapat atlet putri yang sudah siap tanding baik dari fisik, teknis dan mental. “Ini bukan olahraga yang umum, jadi cari bibit susah sekali, apalagi di kelompok putri. Kami punya satu an-dalan, tapi dia masih mengalami ci-dera akibat kecelakaan,”ujarnya.
Dengan atlet yang dimiliki saat ini, dia tetap optimistis atlet DIJ bisa tam-pil di PON 2016. Persiapan tidak main-main, pelatih berkompeten pun direkrut untuk memberikan pendampingan. Khusus binaraga, Adya Novali, bina-ragawan nasional yang sudah mendu-nia ini didaulat untuk membimbing atlet binaraga DIJ. “Kami harus punya strategi, dan kita juga berikan yang terbaik dengan mendatangkan pelatih yang kompeten. Untuk angkat besi dan angkat berat pun demikian,”ujarnya.
Menyinggung soal cabang olahraga binaraga, angkat besi dan angkat berat yang gagal dipertandingkan di PORDA DIJ 2015, dia menyayangkan itu bisa terjadi. Sebab, di ajang kejuaraan ter-besar di Jogjakarta inilah momentum pencarian bibit-bibit baru. “Jika tidak ada kesempatan tampil juga sulit untuk regenerasi nantinya. Karena ini olaharaga yang butuh per-siapan panjang. Tapi peraturan ya peraturan, karena tidak memenuhi kuota,”ujar Cahyo. (dya/din/ong)