BANTUL – Hingga kemarin (30/7) dua partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), yaitu Partai Golkar dan PPP belum menya-takan sikap dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Dua parpol ini masih menung-gu hasil keputusan di internal masing-masing. Ini berbeda dengan PAN Bantul yang tegas menyatakan abstain.Sekretaris DPC PPP Bantul Eko Sutrisno Aji menyatakan di in-ternal PPP terdapat mekanisme yang harus ditempuh. Selain rapat pimpinan DPC, pengurus harian juga perlu menggelar ra-pat dengan jajaran pengurus PAC. “Juga perlu berkoordinasi dengan DPW,” terang Eko, kemarin (30/7).Namun demikian, Eko memas-tikan PPP tidak akan abstain dalam pilkada. PPP dipastikan akan mendukung salah satu dari dua pasangan yang telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul. “Yang jelas akan kami putuskan secepatnya,” tegasnya.
Lantas ke mana PPP akan ber-labuh? Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul ini memilih enggan ber-komentar. Sekretaris DPD Partai Golkar Bantul Widodo mengung-kapkan hal senada. Menurutnya, berdasar hasil rapat internal Rabu (28/7) lalu, Partai Golkar mem-bentuk tim khusus untuk memu-tuskan arah partai dalam pilkada. Tim yang beranggotakan 15 orang ini bertugas menjaring aspirasi kader Partai Golkar. “Tim diberikan waktu 15 hari untuk memutuskan apakah men-dukung Bu Ida (Sri Surya Widati, Red) atau Suharsono atau bahkan mungkin abstain,” ungkapnya.Meskipun begitu, Widodo menuturkan, PDIP telah ber-komunikasi dengan Partai Gol-kar untuk mengajak bergabung mendukung pasangan Sri Surya Widati-Misbachul Munir. Yang pasti, kata Widodo, sikap Partai Golkar akan diputuskan sebelum tanggal 24 Agustus.Ketua DPD Partai Golkar Ban-tul menambahkan, baru PDIP yang mengajak bergabung men-dukung pencalonan pasangan Sri Surya Widati-Misbachul Mu-nir. Ajakan PDIP ini baru akan diputuskan hari ini. “Yang jelas Partai Golkar tidak abstain,” te-gasnya. (zam/din/ong)