JOGJA – Hari Koperasi yang jatuh kemarin (30/7), dipering-ati di Balai Kota Jogja. Hari ko-perasi tersebut, menjadi mo-mentum penguatan roda eko-nomi masyarakat untuk men-ghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hanya saja, itu butuh perjuangan berat. Sebab, 16 persen dari total 2.611 (se-tara dengan 300 lebih) kope-rasi di DIJ vakum. “Meski banyak juga yang vakum, sebenarnya masih cukup pro-duktif,” ujar Ketua Dewan Ko-perasi Indonesia (Dekopin) DIJ Syahbenol Hasibuan, di sela peringatan hari koperasi.
Ia menjelaskan, meski banyak yang vakum, tapi cukup banyak yang sudah siap menghadapi pasar bebas. Salah satunya, ko-perasi simpan pinjam. “Kope-rasi produksi, pemasaran serta usaha retail masih lemah. Pa-dahal 50 persen koperasi ber-gerak di bidang retail. Baru Bantul dan Kulonprogo yang lebih kuat dibanding daerah lain di DIJ,” paparnya.
Selain itu, kelemahan lain, justru pada perilaku anggota koperasi. Sebagian besar anggota kope-rasi membeli kebutuhan pokok secara tunai di pasar modern. Sedangkan koperasi hanya di-perlukan untuk keperluan non-tunai atau hutang. Hal ini yang menyebabkan koperasi di Indo-nesia sulit berkembang. Ber-beda dengan di Malaysia, Sing-apura maupun Emirat Arab yang koperasinya sudah mampu memiliki unit usaha pusat per-belanjaan atau mal.
Padahal, potensi koperasi un-tuk menggerakkan ekonomi masyarakat DIJ sangat besar. Jumlah anggota koperasi men-capai 25 persen warga DIJ. Jum-lah anggota yang terbilang tinggi tersebut, memiliki peran strategis dalam menghadapi pasar bebas. Terutama Masy-arakat Ekonomi ASEAN yang mulai diberlakukan tahun ini.
Meski demikian, kelembagaan dan usaha yang dijalankan ko-perasi masih membutuhkan penguatan. Salah satu upaya yang harus dilakukan, adalah penguasaan dari sisi per-kembangan teknologi infor-masi. “Teknologi informasi sangat penting dalam mengembangkan usaha. Insan-insan koperasi harus mema-hami itu,” tandas Asisten Sekre-taris Provinsi (Assekprov) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Didik Purwadi dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-68 di balai kota, kemarin (30/7).Peringatan Hari Koperasi ter-sebut diikuti gelar produk kope-rasi dan UMKM di DIJ di Jalan Ipda Tut Harsono. Aneka produk mulai dari olahan pangan, kon-veksi, kerajinan, hingga industri kreatif dipamerkan selama dua hari hingga Jumat (31/7) hari ini.
Didik mengungkapkan, jika koperasi mampu berkembang, seluruh anggota turut merasakan kesejahteraan. Sebab, koperasi merupakan kumpulan orang atau anggota. Berbeda dengan perseroan terbatas yang menge-depankan permodalan sebagai corong utama pengembangan usaha.Wali Kota Haryadi Suyuti men-gatakan, tema peringatan Hari Koperasi pada tahun ini sangat relevan dengan kondisi yang berkembang sekarang. “Kope-rasi harus mampu menjadi peno-pang perekonomian dan harus bisa menjadi motor penggerak perekonomian sejak dari tingkat bawah,” katanya. (eri/jko/ong)