GUNAWAN/RADAR JOGJA
SELESAIKAN TES KESEHATAN: (Dari kiri) Direktur RSUD Wonosari Isti Indiyani, Ketua Tim Dokter RSUD Wonosari Dr Hantyanto dan Ketua KPUD Gunungkidul Zainuri Ikhsan dalam jumpa pers terkait pemeriksaan terakhir paslon bupati Gunungkidul, kemarin (30/7).
SLEMAN – Para calon bupati dan wakil bupati di DIJ, kemarin melakukan tes kesehatan di daerahnya masing-masing, kemarin (30/7). Setidaknya itu berlangsung di Sleman dan Gunungkidul.Di Sleman, dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Sri Purn-omo-Sri Muslimatun dan Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya menjalani tes kesehatan dalam waktu hampir bersamaan di RSUD Sleman
Sri Purnomo hadir paling awal, sekitar pukul 06.00 WIB, disusul calon wakilnya. Keduanya men-jalani seluruh pemeriksaan kesehatan hingga pukul 10.00 WIB. Sedangkan pasangan Yuni-Danang hadir dan pulang dari rumah sakit selisih sekitar satu jam dibanding kompetitornya.Direktur RSUD Sleman dr Joko Hastaryo menuturkan, tiap pe-serta pilkada menjalani peme-riksaan umum secara menyeluruh, sesuai yang disyaratkan berda-sarkan kesepahaman bersama (MoU) antara KPU pusat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). RSUD hanya sebagai pelaksana.
Pemeriksaan oleh tim dokter independen tersebut, meliputi organ dalam (jantung, ginjal, pankreas, paru-paru, dan indo-krin), mata, hidung, telinga, tenggorokan, gigi, mulut, syaraf, HIV, dan kejiwaan. Termasuk pemeriksaan penunjang di la-boratorium radiologi (rontgent) dan NAPZA. Dari seluruh pemeriksaan, tes psikiatri Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) paling lama. Tiap orang harus menjawab 564 pertanyaan dalam tempo 90 menit. Hasil tes psikiatri diolah oleh sistem komputer, sehingga hasilnya sangat berkompeten.Menurut Joko, tes tersebut un-tuk mengetahui aspek kejiwaan dan tingkat pengendalian emo-si, serta kewaspadaan. “Hasilnya memang dirahasiakan. Langsung kami serahkan ke KPUD Sleman,” kata Joko. Prinsipnya, lanjut Joko, rang-kaian tes kesehatan yang dija-lani pasangan calon, untuk memastikan mereka siap be-kerja selama lima tahun ke depan.
Sri Purnomo (SP) mengakui tes MMPI cukup menyita kon-sentrasinya. Bahkan, usai menger-jakan tes, tekanan darahnya meninggi, 140 per 80. “Soalnya banyak,” ucapnya.Ketua KPUD Sleman Ahmad Shidqi mengatakan, pemeriksa-an kesehatan merupakan ba-gian untuk kelengkapan berkas. Peserta bisa saja gugur dalam pencalonannya jika hasil tes kesehatannya di luar standar yang disyaratkan.”Tergantung itu. Ini jadi salah satu indikatornya,” ungkap Shidqi.
Ketua IDI Sleman dr Sri Rahar-djo menambahkan, tes keseha-tan terpenting adalah sistem kerja jantung. Tiap calon harus benar-benar prima agar selama lim tahun kerja tak mengalami kendala. “Ini melibatkan 12 dok-ter berbagai spesialis,” ujarnya.Sementara itu, dari Gunungkidul dilaporkan, tugas tim medis RSUD Wonosari melakukan tes keseha-tan bagi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gunung-kidul juga telah selesai. Keputusan lolos tidaknya para kandidat akan diplenokan oleh KPUD sesuai dengan rekomendasi dari tim dok-ter pemeriksa.
Dalam melaksanakan peme-riksaan kesehatan tersebut, RSUD Wonosari menggandeng dokter ahli dan satu tim dari RSUP Sar-djito Jogjakarta. Ketua Tim Dokter RSUD Wono-sari Dr Hantyanto mengatakan, standar pemeriksaan paslon di-sesuaikan dengan peraturan IDI. Seluruh paslon cabup-cawabup telah menjalani pemeriksaan se-banyak 13 item. “Semua peme-riksaan berjalan lancar, karena kerja sama yang baik dari seluruh kandidat,” kata Hartanto usai ke-giatan pemeriksaan di RSUD Wonosari, kemarin ( 30/7).
Dia menjelaskan, hasil dari tes pemeriksaan akan diserahkan ke KPU Gunungkidul. RSUD dan tim medis hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tidak lebih. Hingga sekarang, hasil pemeriksaan kesehatan belum bisa diketahui, karena masih dalam tahap pengumpulan data. Nanti seluruh hasil peme-riksaan dari masing-masing dokter spesialis akan disimpul-kan dan dibahas bersama IDI.”Kesimpulan mengenai kese-hatan para kandidat diserahkan pada KPUD pada Sabtu (1/8). Sehat apa tidak, ada syarat mi-nimal yang dipenuhi bagi para calon jika terpilih,” terangnya.
Direktur RSUD Wonosari Isti Indiyani menambahkan, meski hasil pemeriksaan kesehatan sudah diketahui, pihaknya tidak memiliki kewenangan lebih. “Tugas kami hanya sampai di situ, hasil diserahkan kepada KPUD,” kata Isti Indiyani.Ketua KPUD Gunungkidul Muhammad Zaenuri Iksan men-gatakan, usai pemeriksaan kese-hatan, tahapan berikutnya ada-lah menunggu hasil dari tim dokter RSUD. Jika seluruh pa-sangan lolos, akan dilakukan tahapan berikutnya. “Namun kalau di antaranya ada yang tidak lolos, kami rekomendasikan pasangan calon agar meng-ganti calon lain,” kata Zainuri.
Berkas hasil tes kesehatan akan diperiksa KPU melalui rapat pleno Senin (3/8) nanti. Terma-suk memeriksa kekurangan syarat administrasi dari masing-masing pasangan. “Pasangan cabup-cawabup akan diberikan waktu, Selasa (4/8) sampai Jumat (7/8) melengkapi kekurangan persyaratan,” lanjutnya.Seperti diketahui, pilkada Gunung-kidul tahun ini diikuti empat pas-lon cabup-cawabup. Masing-masing Benyamin Sudarmadi-Mustangid; Djangkung Sudjarwa-di-Endah Subekti Kuntariningsih; Badingah- Immawan Wahyudi; dan pasangan Subardi TS-Wahyu Purwanto. (yog/gun/jko/ong)