DWI AGUS/RADAR JOGJA
PESTANYA PEMILIK MOGE: Dewan Penasihat HDCI Indro Warkop (dua dari kanan) menganjurkan para bikers lebih sering naik andong dan becak dibanding moge-nya, untuk mengatasi kemacetan di Jogja.

Indro Warkop Anjurkan Biker Sering Pakai Becak dan Andong

JOGJA – Pesta motor besar Jogja Bike Rendezvous (JBR) kembali digelar 14 – 17 Agustus mendatang. Ribuan motor besar dipastikan akan memadati Jogjakarta dengan fokus acara di Lapangan Brahma Candi Prambanan Jogjakarta.Ketua JBR 2015 M. Lutfi Jogjakarta mengungkapkan, kegiatan ini merupa-kan wujud dukungan pariwisata di Jogja-karta. Salah satunya pemilihan lokasi puncak acara di kawasan Candi Pram-banan. “Kita melanjutkan amanah yang dibe-rikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. HDCI sebagai Hinirary Ambassador of Tourism untuk Jogjakarta. Kita kenal-kan potensi Jogjakarta kepada ribuan anggota HDCI dari seluruh Indonesia,” katanya kepada wartawan di Hotel Sahid Rich Jogja (2/8).Penyelenggaran JBR tahun ke-10 ini juga lebih istimewa. Pasalnya, Jogjakar-ta ditunjukkan sebagai etape terakhir kegiatan Indonesia Rallly yang diseleng-garakan sejak Agustus 2014. Di mana kegiatan ini mrupakan bagian dari even Indonesia Bike Week.Sekjend HDCI Pusat Peter Watimena menilai rangkaian acara ini diprediksi akan lebih ramai dari JBR tahun sebe-lumnya. Ini karena seluruh pengurus daerah HDCI dipastikan terlibat dalam even ini. Selain itu even ini juga diadakan untuk menyambut HUT ke-70 Kemerde-kaan Republik Indonesia.”Bertepatan dengan ini juga akan ada pengibaran 70 bendera Merah Putih di Candi Prambanan. Melambangkan ke-merdekaan Indonesia yang telah mema-suki usia 70 tahun. Diawali dengan pawai ribuan motor gede, start dari Jogja City Mall menuju lokasi acara Candi Pram-banan,” ungkapnya.
Sementara untuk mengantisipasi kema-cetan berbagai solusi telah ditawarkan pa-nitia JBR 2015. Salah satunya adalah para pengguna motor gede diharapkan meng-gunakan kendaraan penunjang. Ini untuk menuju beragam destinasi di Jogjakarta.Selain kendaraan berupa shuttle, juga dianjurkan menggunakan kendaraan tradisional seperti becak dan andong. Dukungan ini pun diberikan oleh Dewan Penasihat HDCI Indro Warkop. Biker yang juga komedian ini sangat menganjurkan para biker menanggalkan motornya dan menggunakan kendaraan umum.”Kan keren itu nanti jadinya, pakai pa-kaian dan atribut bikers tapi naiknya andong sama becak. Kalau pun mau menggunakan motor, dikondisikan agar tidak mengganggu pengendara lainnya,” pesan Indro.Dinas Pariwisata DIJ berharap penyel-enggaran JBR 2015 akan memberikan multiplayer effect bagi Jogjakarta. Teru-tama untuk kunjungan wisata dan juga nilai ekonomi bagi masyarakat. Bebera-pa fasilitas pun diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap JBR 2015.”Dengan adanya JBR 2015 ini tidak ha-nya berbicara tentang otomotif saja. Tapi juga peran mengangkat potensi wisata di Jogjakarta. Sehingga Dinas Pariwisata DIJ memberikan dukungan secara penuh,” kata staf destinasi Dinas Pariwisata DIJ Nur Hidayat. (dwi/laz/ong)