KAMPOENG CYBER FOR RADAR JOGJA
KUNJUNGAN BALASAN: Menkominfo Rudiantara (empat dari kiri) saat mengnjungi Kampoeng Cyber RT 36/RW 09 Taman, Kraton, Jogja (1/8).

Beri Apresiasi, Sebut Wujud Nyata Revolusi Mental

Keberadaan Kampoeng Cyber RT 36/RW 09 Taman, Kraton, Jogja, yang merupakan inisiatif warga, diharapkan bisa ditularkan ke wilayah lain. Pemanfaatanya pun juga didorong untuk menghidupkan ekonomi warga sekitar, di antaranya dengan berjualan online.
HERU PRATOMO, Jogja
Kampoeng Cyber RT 36 Taman masih menjadi tujuan kunjungan berbagai pihak. Setelah pendiri Facebook Mark Zuckenberg tahun lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara pun menyempatkan mengunjungi kampung ini saat berkunjung ke Jogja, Sabtu malam (1/8).
Menurut salah satu pengurus Kampoeng Cyber RT 36 Heri Sutanto mengatakan, kunjungan Menkominfo ke Kampoeng Cyber RT 36 tersebut merupakan kunjungan balasan dan untuk menepati janjinya.
Saat berkunjung ke Jogja beberapa waktu lalu, Rudi sempat akan berkunjung ke kampung berbasis internet itu, tapi berhalangan karena padatnya acara. “Kunjungan ini untuk menepati janji sekaligus kunjungan balasan setelah warga RT 36 berkunjung ke Kantor Kominfo,” jelas Heri.
Heri yang mendapat telepon langsung dari Menteri Rudi itu pun langsung bersiap. Meski Menkominfo menginginkan pertemuan informal yang santai, warga RT 36 tetap menyambut dengan menyediakan berbagai hidangan makanan khas Jogja. “Bagi kami orang kampung, Pak Menteri itu kan juga tokoh yang harus disambut,” jelas mantan Ketua RT 36 Taman ini.
Memang malam minggu bersama Menteri Rudi berlangsung dengan obrolan ringan, meski berlangsung kurang dari satu jam. Dalam kesempatan itu, Rudi mengapresiasi kehadiran Kampoeng Cyber yang disebutnya merupakan wujud nyata Revolusi Mental Jokowi. “Jarang saya menemukan masyarakat yang guyub, punya keinginan yang sama dan mewujudkannya bersama. Gotong royong itu sebenarnya inti revolusi mental,” ujar Rudi.
Rudi yang diajak untuk melihat fasilitas di kampung yang berada di barat komplek Tamansari itu pun menjanjikan akan ada dana bantuan dari Kemenkominfo untuk pengembangannya. Dalam kesempatan itu, Heri juga sempat menyinggung tentang potensi kerajinan dan seniman di kampungnya.
Hal itu dijawab Rudi dengan akan menghubungkan ke Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. “Nanti akan saya hubungkan dengan Pak Triawan,” ungkapnya.
Heri yang merintis Kampung Cyber RT 36 bersama Antonius Sasongko ini mengatakan sebenarnya warga Taman memiliki potensi kerajinan, seperti batik, kaos lukis, bahan makanan hingga burung kicauan. Dirinya mencontohkan ada seorang warga RT 36 yang awalnya berjualan secara online hingga kemudian sukses mendirikan toko. “Sudah ada yang berhasil mendirikan toko, setelah sukses secara online,” terangnya.
Warga di Kampoeng Cyber RT 36 ini memang sudah memanfaatkan internet di lingkungannya untuk kegiatan produktif, seperti berjualan online. Meskipun begitu, pihaknya tetap membutuhkan peran pemerintah, baik untuk pendampingan pengembangan produk maupun pengembangan Kampung Cyber sendiri.
“Sebenarnya ini yang kami harapkan. Masyarakat bekerja, tapi pemerintah juga ada perhatian dan memikirkan pengembangan dengan pendampingan,” jelasnya.
Menurut Heri, untuk pengembangan konten, warga Kampoeng Cyber RT 36 juga terus belajar dan penyegaran ke berbagai pihak. Salah satunya dengan belajar langsung ke Kemenkominfo.
Heri mengaku penyegaran itu penting supaya sekolah, kampus maupun instansi yang berkunjung ke kampoeng cyber mendapat hal baru juga. Untuk pengembangan, ia menyebut sudah dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kraton, dan rencananya Kampoeng Cyber akan diperluas hingga tingkat kecamatan. “Kata Pak Camat kemarin sudah dibahas dengan Komisi A DPRD Kota Jogja. Hasilnya, kita tunggu saja,” ujarnya. (laz/ong)