Musim kemarau yang sudah memasuki puncak tak akan berpengaruh terhadap pasokan air bersih di Kota Jogja. Khususnya pelanggan dari PDAM Tirtamarta yang mencapai 33.700 pelanggan. Mereka tetap akan mendapatkan suplai air secara normal.
“Sampai sekarang belum ada keluhan mengenai suplai air yang rendet,” ujar Direktur Utama PDAM Tirtamarta Dwi Agus Triwidodo di sela peringatan HUT ke-64 PDAM Tirtamarta kemarin (3/8).
Ia menjelaskan, dari catatan pihaknya, selama Juli-Agustus saja tak ada pelanggan yang mengeluh soal air. Padahal, kemarau musim ini diprediksi bakal lebih panjang lagi. Sekitar bulan Oktober diperkirakan baru akan turun hujan.
Berdasarkan perhitungan itu, puncak musim kemarau diprediksi baru akan terjadi pada September mendatang. Nah, saat puncak kemarau inilah debit air bersih dari sumber mata air PDAM Tirtamarta bakal mengalami penurunan.
Selama puncak kemarau itu, debit air bersih bisa turun sampai 10 persen. Tapi, penurunan 10 persen ini tak akan berpengaruh terhadap suplai air ke pelanggan. Suplai ke pelanggan tetap tidak dikurangi. Sistem giliran pun tidak akan dilakukan. “Kami masih memiliki stok air yang cukup bagi pelanggan,” tandasnya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menuturkan, untuk mengatasi kekurangan air pada musim kemarau ini pemkot telah membentuk tim khusus. Tim khusus ini telah bekerja sejak awal musim kemarau lalu. Mereka merupakan gabungan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain yang bertugas langsung membantu masyarakat mendapatkan suplai air bersih.
“Tim dari BPBD, PDAM Tirtamarta, dan lembaga teknis lain. Yang bisa memberikan bantuan langsung ke masyarakat,” jelas dia.
Sampai sekarang, belum ada memang masyarakat yang mengajukan bantuan droping air bersih. Tapi, keberadaan tim tersebut, bisa untuk membantu kekeringan di daerah lain di DIJ. Seperti Kulonprogo dan Gunungkidul yang kerap mengalami kekeringan. “Kalau tidak ada kekeringan di kota ya disiapkan untuk membantu daerah lain,” pintanya.
Haryadi mengatakan, ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kesehatan akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan sebagai sumber daya pelaksana pembangunan. Air bersih pun menempati urusan paling vital untuk menunjang kegiatan masyarakat.
“Air bersih merupakan kebutuhan utama. Makanya, PDAM harus bisa menjamin suplai ke masyarakat aman dalam segala musim,” terangnya. (eri/laz/ong)