RADAR JOGJA FILE
MEMORI : Anang Hadi (kiri) saat memimpin skuad PSS Sleman menghadapi PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Kompleks Akademi Angkatan Udara dalam laga sepak bola gajah itu.
SLEMAN – Mantan pemain PSS Sleman, Anang Hadi menyatakan siap untuk bertemu Kementerian Pemudan dan Olahraga maupun PSSI terkait sepakbola gajah. Dia berharap setelah pertemuan tersebut, hukuman yang menimpa para aktor sepak bola gajah antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di babak delapan besar bisa ditinjau kembali.”Saya siap dipanggil jika dibutuhkan. Sekarang memang tidak perlu lagi ada yang ditutupi karena kebenaran sudah diungkapkan,” jelas Anang Selasa (4/8)
Usai empat mantan pemain PSS Sleman bicara terbuka terkait skandal sepak bola gajah, Kemenpora berencana memanggil para pemain yang kini tengah menjalani sanksi dari Komisi Disipilin (Komdis) PSSI.
Terkait dengan keberanian empat rekannya seperti Satrio Aji, Moniega Bagus, dan Ridwan Awaludin serta seorang rekannya yang lain yang merahasiakan identitasnya, Anang mengaku tidak mempersoalkan berbicara terbuka di depan publik. Hanya saja, dirinya menyangkan para pemain tersebut buka suara tidak pada tempat yang tepat. “Seharusnya mereka berbicara di depan PSSI atau Kemenpora, sehingga ada solusi yang bisa diselesaikan. Kalau seperti ini hanya menambah masalah,” jelasnya.
Senada dengan Anang, eks PSS lainnya, Mudah Yulianto juga menyatakan siap mengungkapkan kebenaran. Pemain asli Sleman ini sangat berharap dengan pemanggilan tersebut akan menghasilkan pemutihan terhadap hukuman yang sedang dijalani.”Saya berharap adanya pemutihan. Akibat hukuman ini saya benar-benar menganggur,” jelasnya.
Pemain yang masih berusia 23 tahun ini mengatakan bahwa karirnya masih cukup panjang. Dengan usia yang tersebut, maka ketika usai menjalani hukuman usianya menginjak 28 tahun.
Mudah sendiri tidak menjadi bagian dari empat pemain yang menyatakan keterusterangannya kepada media dan publik minggu lalu. Hanya saja, dirinya menolak dengan model buka-bukaan yang dilakukan keempat kawannya tersebu. “Saya juga dihubungi oleh teman-teman itu tapi saya menolak. Saya baru akan bicara jujur kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kemenpora,” jelasnya. (bhn/din/ong)