GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERI KESAKSIAN: Wali Kota Haryadi Suyuti berikan kesaksian pada persidangan kasus dugaan korupsi PBVSI dengan terdakwa Iriantoko Cahyo Dumadi di Pengadilan Tipikor Jogjakarta, Selasa (4/8).
JOGJA – Harapan penyidik Ke-jari Jogja dan pegiat antikorupsi dapat mengusut seluruh aktor dugaan korupsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jogja, nampaknya sulit terwujud. Sebab, sejumlah saksi yang di-hadirkan jaksa dalam persidangan, banyak yang tidak mengetahui pengalihan dan penyalahgu-naan dana hibah 2012 tersebut.Salah satu saksi yang tidak tahu menahu aliran dana hibah tersebut adalah Ketua Umum PSIM sekaligus Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS). Dalam kesaksiannya, HS mengaku tidak mengetahui kemana saja aliran dana hibah KONI Jogja untuk PBVSI sebesar Rp 250 juta. Ala-sannya, ia bukan pengurus KONI. “Saya tidak tahu kemana aliran dana tersebut,” kata HS pada sidang lanjutan perkara KONI Jogja dengan terdakwa riantoko Cahyo Dumadi, kemarin.
Menurutnya, pada 2012, PSIM tidak lagi menerima hibah dari Pemkot Jogja. Ini terjadi karena ada Peraturan Menteri Dalam Negeri RI yang melarang pemberian dana hibah kepada klub profesional. Atas larangan tersebut, penda-naan PSIM mengandalkan tiket dan sponsor. Selain itu, tanggung jawab pengelolaan dan peng-gunaan dana PSIM ada di tangan direktur keuangan, dan bukan dirinya sebagai Ketua PSIM.”(Direktur Keuangan) bertang-gung jawab penuh soal keuangan klub, mencari dana untuk ope-rasional dan bayar gaji pemain,” tuturnya.Di hadapan majelis hakim yang diketuai Suyanto SH, HS juga mengaku tidak mengetahui pe-rilah pengalihan sebagian dana hibah PBVSI ke klub PSIM. Ia baru mengetahui sesaat setelah diperiksa tim penyidik Kejari Jogja. “Saya baru tahu ada uang yang mengalir ke PSIM setelah dipanggil dan diperiksa ke-jaksaan,” akunya.
Dalam kesempatan itu, HS menegaskan, seharusnya dana hibah tidak boleh dialihkan ke pihak lain atau tidak sesuai per-untukan. Sebab, pemberian hibah diatur dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). “Penggunaan dana hibah harus sesuai perjanjian,” terang HS.Selain HS, jaksa juga hadirkan empat orang saksi lain, yaitu Yoyok Setiawan yang kini men-jabat sebagai general manager PSIM, Sekretaris PSIM Desy Arfianto, Pengurus PSIM KMT Tirtodiprojo, dan Bendaara PBVSI Jogja Artynia Kusuma.Dalam dakwaan, jaksa men-guraikan sebagai pelaksana tugas ketua KONI, Iriantoko dinilai sengaja mengintervensi Ketua Harian PBVSI Jogja Wahyono Haryadi supaya dana hibah KONI Jogja segera dikucurkan ke PBVSI sebesar Rp 537,49 juta kemu-dian dialihkan untuk pembiaan klub bola voli Yuso pada 2012 sebesar Rp 287,4 juta dan PSIM Rp 250 juta. (mar/jko/ong)