ISTIMEWA
TULARKAN ILMU : Para Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) DIJ bersama peserta pelatihan pelatih bulutangkis bertitel Shuttle Time dan Pra Level.
JOGJA – Pengurus Daerah ( Pengda) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) DIJ tak ingin Jogjakarta tidak memiliki atlet andalan di cabang olahraga bulutangkis. Untuk itu, pembi-naan dan pembibitan teris dila-kukan, salah satunya dengan menggelar pelatihan pelatih bu-lutangkis bertitel Shuttle Time dan Pra Level. “Harapannya, setelah mendapat pelatihan, para pelatih dapat menelorkan bibit-bibit atlet yang berkualitas di kemudian hari,”ujar Sekretaris PBSI DIJ Vier-man Suryanto kemarin.Pelatihan yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 2 Agustus di GOR Sorowajan, Banguntapan, Jogja ini diikuti oleh 31 peserta. Mereka terdiri dari guru olahraga SD, pe-latih klub, dan akademisi (FIK UNY).
Vierman menjelaskan, materi pelatihan berdasarkan kurikulum yang sudah disusun oleh BWF (Badminton World Federation) yang dibawakan oleh Prof Sugi-yanto (Kasubid Pendidikan dan Kepelatihan) dari PP PBSI. Dari hasil pelatihan tersebut, seluruh peserta dinyatakan lulus dan akan mendapatkan sertifikat pelatih dari PBSI DIJ.”Mereka mengikuti serangkaian kegiatan yang meli-puti teori, ujian tertulis dan ujian praktek,”ujarnya.Ditambahkannya, hasil kepela-tihan ada lima peserta yang di-nyatakan sebagai lulusan terbaik, antara lain Supriyanta (perwakilan dari PB Sleman), Monica Intan Tuti Harta (FIK), Yosha Dwi Cahyo (FIK), Gunawan Indro (PBSI Kota Jogja) dan Sukmara Aldo (FIK). Pengprov PBSI DIJ berharap, setelah pelatihan ini diharap pe-serta pelatihan segera mengimple-mentasikan ilmunya.”Salah satu-nya dengan membuat kegiatan ekskul di SD dan diharapkan dari situ mampu menghasilkan bibit-bibit atlet yang berkualitas kelak di kemudian hari,”ujar Vierman. (dya/din/ong)