RADAR JOGJA FILE
LINCAH : Slamet Nur Cahyo (kanan) saat berkostum Persepam Madura United dikawal Ezquiel Gonzales dalam laga di Stadion Sultan Agung.
 
BANTUL – Keinginan Persiba Bantul untuk mendapatkan servis Slamet Nur Cahyo dan Dinan Yahdan Javier bertepuk sebelah tangan. Sebab, kedua pemain tersebut enggan membuhkan tanda tangan kontrak yang telah disodorkan manajemen Persiba.
Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo menjelaskan, Dinan dan Slamet tidak mendapatkan izin dari klubnya. “Dengan kegagalan merekrut kedua pemain tersebut, kamia hanya mendaftarkan 21 pemain di Piala Kemerdekaan,” jelas Endro Senin (3/8).
Padahal, kedua pemain ini cukup rutin mengikuti latihan Persiba di bawah asuhan pelatih Sajuri Sahid. Manajemen tim berjuluk Laskar Sultan Agung sendiri cukup sabar untuk bisa mengikat keduanya. Namun sayang, momen keduanya untuk bisa berseragam Persiba harus kandas.
Slamet yang sempat memperkuat Persewangi Banyuwangi di turnamen Sunrise of Java Cup tidak mendapatkan izin dari Persebaya Surabaya. Sedangkan Dinan, yang merupakan eks punggawa Tim Nasional U-19 ini tidak mengantongi izin dari Mitra Kukar.
Anggota legislatif Bantul ini menilai gagal bergabungnya Dinan dan Slamet dikarenakan klub lama mereka berencana mengikuti turnamen Piala Indonesia Satu. “Sepertinya klub lama mereka berat melepas,” jelasnya.
Praktis, pada akhir pekan lalu (1/8), hanya 21 pemain yang didaftarkan manajemen ke Tim Transisi. Meski ada perpanjangan masa pendaftaran sampai 5 Agustus, Endro mengaku timnya tetap tidak akan menambah pemain.”Tetap 21 pemain saja. Saat ini kami masih menunggu kehadiran Syaiful Lawnusa, tapi dia tetap ikut didaftarkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Endro mengungkapkan Stadion Sultan Agung ditunjuk oleh tim transisi menjadi salah satu calon vanue pembuka kick off Piala Kemerdekaan, 15 Agustus mendatang. Stadion Sultan Agung harus bersaing dengan dua kota lain, Stadion Teladan Medan dan Stadion Maulana Yusuf Serang.”Untuk pastinya tinggal tunggu posisi terdekat Presiden Joko Widodo ada dimana karena memang rencananya Presiden yang membuka langsung,” papar dia.
Asisten pelatih Persiba Sambudiana menyesalkan gagal bergabungnya SNC dan Dinan Javier. Terlebih keduanya sudah sempat berlatih bersama Persiba.”Kalau mereka berdua bisa gabung sebenarnya akan memperlancar dan memudahkan tim pelatih mengutak-atik pola bermain,” tandas Sambudiana. (bhn/din/ong)