Heru Pratomo/Radar Jogja
BANGKITKAN ORGANISASI: GKR Mangkubumi saat dilantik menjadi Ketua Kadin DIJ periode 2015-2020 kemarin (7/8).
JOGJA – Kesibukan GKR Mangkubumi terus bertambah. Setelah beberapa waktu lalu dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DIJ, kemarin (7/8) dia memegang satu jabatan lagi sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ periode 2015-2020. Langkah Mangkubumi ini mengikuti jejak sang ayah, Sultan HB X, yang sebelumnya juga sempat menjabat ketua Kadin DIJ.
Dalam sambutannya, Gubernur HB X berharap kepengurusan Kadin DIJ yang baru ini bisa membuat organisasi bangkit, yang bisa menjalankan fungsi pokoknya untuk mewujudkan sinergi potensi ekonomi daerah. “Setelah lebih dari satu dekade melewati tidur panjang karena dunia usaha kurang efektif, saat ini waktunya Kadin DIJ bangkit,” harapnya.
Menurut HB X, setelah dirinya meninggalkan jabatan ketua Kadin DIJ pada 1998 silam, banyak program strategis yang belum terselesaikan. Raja Keraton Jogja ini mencontohkan seperti kerja sama parsial dengan UGM dan Pemprov DIJ, yang perlu di-update menjadi kerja sama segitiga terpadu untuk akselerasi pembangunan.
Kerja sama sinergis triple helix itu diharapkan bisa memberi manfaat bersama untuk semua pihak. Seperti penerapan hasil-hasil riset untuk pendirian bisnis baru, pengembangan ekspor dan kerja sama luar negeri. Juga diversifikasi usaha baru yang berbasis teknologi dan seni untuk mendukung terbangunnya Jogja pusat industri kreatif. “Multiplier effects-nya akan mengembangkan berbagai kegiatan bisnis sektor lain, sehingga terbangun Jogja Incorporated,” tuturnya.
GKR Mangkubumi sendiri mengaku akan bekerja keras untuk membangun kembali Kadin DIJ yang sudah tidur lama. Langkahnya dengan melakukan konsolidasi ke dalam untuk menata kembali dan mengejar ketertinggalan serta yang belum dikerjakan. “Kami akan bekerja keras, bekerja tuntas, aktif mengembangkan ekonomi DIJ yang bercirikan kearifan lokal,” ujar putri sulung HB X itu.
Istri KPH Wironegoro ini menambahkan, untuk mewujudkannya butuh pengurus yang siap bekerja. Perempuan yang sebelumnya bernama Pembayun ini juga menginginkan Kadin DIJ bisa menjadi wadah semua pengusaha di DIJ. Selama ini para pengusaha berjalan sendiri dan belum masuk Kadin. “Kami ingin pengusaha di DIJ bergabung dan bergandengan tangan memajukan usaha mereka dan memajukan ekonomi DIJ,” katanya.
Terkait kondisi perekonomian global yang sedang lesu saat ini, ia yang juga Ketua KNPI DIJ ini akan memaksimalkan potensi lokal. Menurutnya, kondisi ekonomi yang lesu tidak bisa mengandalkan investasi luar negeri.
Ekonomi DIJ yang ditopang pelaku UKM, yang juga paling terdampak kelesuan ekonomi global itu akan dirangkul. “Ekonomi di DIJ bisa terbangun oleh kita sendiri, oleh sektor mikro yang banyak terdapat di DIJ,” jelasnya.
Sementara itu, ada yang menarik selama pelantikan ketua Kadin DIJ ini. Yaitu penggunaan nama GKR Pembayun, bukan GKR Mangkubumi atau nama dan gelar barunya menyusul keluarnya sabdaraja.
Saat terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Kadin DIJ di Royal Ambarrukmo Juni lalu, ia masih menggunakan nama GKR Pembayun. Ia menggantikan kepemimpinan Kadin DIJ periode sebelumnya yang dipegang Gonang Djuliastono. Gonang sendiri saat ini kembali masuk dalam kepengurusan sebagai wakil ketua bidang kepengurusan.
Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistyo mengharapkan kepengurusan Kadin DIJ melakukan orientasi posisi dan konsolidasi sumber daya supaya efektif menghadapi tantangan dan peluang yang ada. “Proses konsolidasi akan berhasil bila ditunjang kerja sama sinergi dengan pemerintah daerah,” harapnya. (pra/laz/ong)