SLEMAN – Mantan Manajer PSS Sleman, Suparjiono menyatakan siap menerima pemanggilan Ko-misi disiplin (Komdis) PSSI ter-kait tudingan sejumlah mantan pemain PSS Sleman berkenaan dengan sepak bola gajah. Hanya saja, sampai dengan saat ini Supardjiono mengaku belum mendapatkan pemanggilan dari pihak manapun baik Kom-dis PSSI maupun Kemenpora. “Sebagai warga negara yang baik ya harus datang untuk memenuhi panggilan itu,” paparnya usai menghadiri acara syawalan di Sekretariat Asprov PSSI DIJ, Minggu (9/8).
Pria yang akrab disapa Pardji ini mengaku tidak terlalu kha-watir terhadap pernyataan ke-empat pemain PSS Sleman itu. Para pemain ini melakukan per-nyataan buka-bukaan perihal aksi bunuh diri secara disenga-ja pada babak delapan besar Divisi Utama yang memperte-mukan PSS Sleman dengan PSIS Semarang pada 2014 lalu.Pada acara buka-bukaan ter-sebut, keempat pemain sepakat bahwa Supardjiono turun andil dalam dalam memberikan in-struksi kepada pemain untuk melakukan gol bunuh diri. “Saya masih seperti yang dulu. Intinya enggak masalah mereka ngomong ini itu, biar saja,” ujarnya.
Semenara itu eks pemain PSS Sleman Satrio Aji mengaku sudah mendapatkan undangan dari Komdis PSSI. Dia diminta untuk memberikan fakta baru pada pertandingan lima biji gol bunuh diri tersebut. Para pemain dijad-walkan menggelar pertemuan dengan Komdis PSSI hari ini.Meski sudah mendapatkan pang-gilan, pada Minggu kemarin, Sa-trio masih berada di rumah. Dia belum beranjak ke Jakarta dise-babkan kesulitan akomodasi. Dia menegaskan, akan berangkat ke Jakarta, jika akomodasi tiket dan keperluan lainnya dipenuhi oleh PSSI. “Saya sudah bilang ketika dihu-bungi pen-gurus PSSI kalau semua akomodasi harus di-tanggung PSSI,” terangnya.
Bahkan, dia sudah mengirim nomor rekening sehingga ako-modasi bisa ditransfer. Tetapi hingga sekarang, diakui belum PSSI belum memberikan biaya akomodasi tersebut.Pemain lokal Sleman itu menga-ku jelas tidak mungkin jika harus mencukupi akomodasi secara mandiri. Sebab, dia sudah tidak memiliki tabungan yang cukup. “Saya sudah benar-benar kesuli-tan keuangan. Jadi mana mungkin saya berangkat pakai uang sen-diri. Pokoknya kalau akomodasi sudah dicukupi ya saya berangkat Jika misalnya enggak dicukupi jelas tidak berangkat,” tandasnya.Adapun undangan pemang-gilan menghadap Komdis dia terima tengah pekan lalu. Kom-dis merasa perlu memanggil Satrio setelah dia bersama tiga rekannya, Monieaga Bagus Su-wardi, Ridwan Awaludin dan Hermawan Putra Jati membe-berkan fakta yang belum terung-kap berkaitan skandal sepak bola gajah. (bhn/din/ong)