NAMA Danang Wicaksana Sulistya belakangan banyak dikenal publik DIJ, khususnya Sleman. Itu setelah ia, mendeklarasikan sebagai calon wakil bupati Sleman pada Pilkada 2015 ini. Namun siapa sangka, masa kecil Danang merupakan seorang pemain sepak bola junior dari klub PSS Sleman. Dan sebagaimana seseorang yang suka bola, dia juga punya idola. Idolanya masa kecil, adalah pemain yang kemudian menjadi pelatih, Hery Kiswanto (Herkis).
Danang sempat mengecap sebagai pemain PSS Haornas pada 1992, yang berposisi sebagai pemain gelandang sayap.Sayangnya, bakat sepak bolanya tidak dikembangkan ke jenjang profesional, karena ia lebih memilih bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang.
Meski demikian, perhatiannya pada sepak bola tetap besar. Saat meniti karir di Jakarta, ia aktif memantau perkembangan PSS Sleman. Ia mengaku merupakan bagian dari kelompok pendukung tim berjuluk Super Elja (Elang Jawa).
Ia pun cukup menyayangkan dengan adanya skandal sepak bola gajah yang menimpa PSS Sleman beberapa waktu lalu. Menurutnya, bila pemerintah daerah turun tangan dalam mengopeni PSS Sleman, insiden memalukan tersebut tidak akan terjadi.
Menurutnya, bila PSS sehat secara keuangan dan skuad, siapa pun lawannya tidak perlu ditakuti. Sehingga, insiden sepak bola gajah untuk menghindari Borneo FC sebenarnya tidak perlu terjadi.
“PSS Sleman pernah disegani di kancah sepak bola nasional. Itu karena ada perhatian yang cukup besar dari kepala daerah,” terangnya.
Selain prihatin terhadap PSS, secara khusus dia mengaku cukup sedih atas apa yang menimpa pelatih Hery Kiswanto. Ya, Herkis terkena sanksi semur hidup akibat insiden lima biji gol bunuh diri secara disengaja itu.
“Pak Herkis ini idola saya ketika masih kecil. Dia hanya korban ambisi manajemen yang keliru,” terangnya. (bhn/jko/ong)