VALENTINA SITORUS/EKSPRESI
NARSIS: Salah satu siswa SMAN 3 Jogja saat melakukan absen face scanner.

Jangan sekali-kali bolos! Begitu bolos, ortu bakalan langsung tahu, karena face scanner langsung mengirim pemberitahuan melalui sms ke ortu ato wali murid, yang isinya mengingatkan bahwa anaknya belum absen wajah pada haritersebut. Nah loe

SETIDAKNYA teknologi itu sudah diterapkan di SMAN 3 Jogja melalui absensi face scanner ato pendeteksi wajah sebagai cara presensi baru berbasis teknologi. Kayaknya sih SMAN 3 Jogja merupakan satu-satunya sekolah udah make cara baru buat memastikan siswa siswinya ikut kegiatan pembelajaran di sekolah. Sedikitnya ada lima alat Face Scanner di lingkungan sekolah yang akrab dengan sebutan SMA Padmanaba ini. Masing-masing alat mampu menyimpan data 200 wajah siswa. Rudy Hartanto selaku guru Teknologi Informatika dan Komputer di SMAN 3 Jogja mengatakan sejak absensi meng-gunakan teknologi itu, tampaknya para siswa jadi lebih rajin sekolah. “Positifnya, dengan adanya alat ini setidaknya anak-anak harus berpikir ulang jika ingin bolos. Karena alat ini mampu mengirimkan SMS ke orang tuanya jika si anak tidak masuk sekolah. Jadi berkat alat ini, orang tua secara enggak langsung bisa memantau kegiatan sekolah anak-anaknya,” ujar guru yang sekaligus Humas Padmanaba ini.
Setelah ditelusuri, ternyata di Padmanaba ada tiga jenis presensi, yaitu model panggilan, face scanner, dan sidik jari. Kadang model presensi ini menjadi momok bagi siswa, terutama karena mereka harus berfikir dua kali jika ingin bolos. “Alat ini cukup canggih, selain bisa untuk absen, siswa yang hobi narsis juga bisa ngaca dulu di alat ini sebelum masuk kelas, hehehe…” ujar salah satu siswa, Ribka sambil tertawa.Memang belum semua siswa bisa meng-gunakan face scanner sebagai model presensinya. Saat ini baru siswa kelas XI dan kelas XII, karena siswa kelas X belum bisa menggunakan alat tersebut karena sedang dalam proses menunggu nomor induk sebagai data awal penggunaan face scanner. (val/man/ong)