MESKI sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tidak membuat kesibukan Wiendu Nuryanti berkurang. Perhatianya terhadap urusan kebudayaan, seperti jabatannya terdahulu, juga tidak berkurang. Salah satu yang disorotinya adalah hilangnya koleksi museum.
“Beberapa item di museum yang hilang, masih terus dalam pencarian. Banyak informasi masuk, tapi setelah ditelusuri ternyata bukan koleksi yang asli,” kata Wiendu seusai pelantikan Ketua Kadin DIJ bebrapa waktu lalu.
Beberapa koleksi, seperti koleksi Museum Sonobudoyo Jogja yang hilang lima tahun lalu, belum terungkap. Wiendu juga menyoroti tentang sistem keamanan maupun SDM per-museuman, yang menurutnya masih jauh dari ideal.
Dirinya mencontohkan pegawai di museum, sebagian besar tidak memiliki latar belakang pengetahuan museum. “Sehingga bukan salah mereka kalau ada yang hilang, mereka tidak tahu ilmunya,” jelas salah satu guru besar UGM ini.
Prihatin dengan kondisi terebut, Wiendu mimpikan perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di tanah air membuka jurusan museum. Hal itu untuk mencukupi kebutuhan SDM dan pengetahuan tentang museum. Apalagi di tanah air ini jumlah museum melimpah. “Lebih dari 400 museum di Indonesia. Dengan adanya jurusan museum, sehingga kebutuhan SDM permuseuman yang juga memiliki bekal keilmuan terpenuhi,” ujarnya. (pra/jko/ong)