DWI AGUS/RADAR JOGJA
KENALI BUKTI SEJARAH: Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Jogja saat mengunjungi Museum Sandi di Kotabaru, Jogja, Senin (10/8). Sebelum masuk museum, mereka menggelar upacara bendera di halaman museum ini.
JOGJA – Gerakan Wajib Kunjung Museum terus diwujudkan. Kali ini, gerakan tersebut me-nyasar pada siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Jogja. Untuk kepentingan tersebut, puluhan siswa diajak melakukan upacara bendera di di halaman Museum Sandi Kotabaru Jogja, Senin (10/8) pagi. Setelah upacara selesai, dilanjut dengan kunjungan ke dalam museum. Adalah finalis Duta Museum DIJ 2015 Nandra Khairisna yang membawa para siswa tersebut ke museum. Nandra Khairisna mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka menumbuhkan nilai nasionalisme pelajar.Upacara bendera di museum ini, menjadi yang pertama di-gelar selama ini. “Kegiatan ini, sekaligus sebagai wujud pe-ngembangan dari Wajib Kunjung Museum,” katanya.
Dijelaskan, sandi memiliki peran besar dalam kemerdekaan Republik Indonesia, bagaimana sebuah strategi disusun tanpa terdeteksi lawan. “Sehingga wajib bagi kita untuk mengenang dan mengenal tentang sejarah sandi ini,” ungkapnya.Nandra menambahkan, kegiatan kunjung museum ini bertujuan mengenalkan bapak sandi Indonesia, Roebiono Kertopati. Apalagi faktanya beberapa siswa saat ini kurang mengetahui sejarah ini. “Pendekatan ini merupakan langkah awal dalam mengenalkan sejarah-sejarah Indonesia di masa lampau,” tuturnya.
Pengemasan pendekatan ke museum disandingkan dengan upacara bendera. Namun pe-laksanaannya tidak lagi di sekolah, tapi di beberapa museum di Jogjakarta. “Tentunya berbagai upaya untuk mengenalkan museum perlu dilakukan. Dengan metode yang baru, namun tetap mengemas konten museum secara optimal. Sehingga pengetahuan dan nilai sejarah dalam museum tetap tersampaikan,” ujarnya.
Pendekatan pada siswa sekolah, diakui oleh Nandra sebagai langkah nyata. Di mana segmen ini dianggap tepat untuk me-lakukan wajib kunjung museum. Selain itu, dalam kunjungan ini juga diberikan seminar motivasi. Seminar mendatangkan Alfredo Di Stefano dengan fokus pem-bahasan gerakan anti-men contek. Juga digelar kegiatan donor darah yang melibatkan UPTD Dr. Sardjito.”Berbagai upaya tetap di lakukan untuk pengenalan museum. Tidak hanya mengangkat museum sebagai objek tunggal, tapi meng-kolaborasikan dengan unsur lainnya. Apalagi finalis Duta Museum DIJ 2015 saat ini ada 30 orang, dan memiliki beragam program,” tuturnya.Ditambahkan bahwa kegiatan tersebut, juga merupakan ba-gian dari program Duta Museum DIJ 2015. (dwi/jko/ong)