SETIAKY/RADAR JOGJA
USUT TUNTAS: Jenazah Muhammad Firza Ardiansyah Ramadhan dimakamkan di Potronanggan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, kemarin. Foto kanan, tersangka Yah Anis Lukas Nehemiah Bari (kaus biru) saat tiba di Mapolresta Jogja.
JOGJA – Setelah melalui perjalanan darat dengan mobil, pelaku penganiayaan meng-gunakan cangkul terhadap korban Muhammad Firza Ardiansyah Ramadhan, 20, yang ditang-kap di Banyuwangi Minggu (9/8), akhirnya sampai di Mapolresta Jogja, kemarin (11/8).
Mengenakan kaus biru muda, celana pen-dek hitam dan penutup kepala, tersangka Yah Anis Lukas Nehemiah Bari, 25, tiba di Mapolresta Jogja pukul 10.20. Tersangka pem-bacokan yang berujung meninggalnya cucu politikus PKB dan anggota DPRD DIJ Sukamto itu, langsung menjalani pemeriksaan di bagian Reserse Kriminal Polresta Jogja
Tersangka yang dikawal ketat oleh beberapa petugas Reskrim Polresta Jogja dengan mobil tersebut, diborgol kedua tangan-nya dan selanjutnya dibawa ke ruang pemeriksaan di lantai dua.
Sementara itu, korban penga-niayaan yang meninggal pada Senin (10/8) lalu di Jalan Ti-moho, siang kemarin (11/8) dimakamkan di pemakaman umum Potronanggan, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Sebelum dikuburkan, jenazah sempat disalati di Masjid Potromulyo, tak jauh dari pemakaman.Ratusan pelayat mengantarkan jenazah sejak dari rumah duka di Jalan Perkutut 1 No 3, Deman-gan Baru RT 02 RW 01, Catur-tunggal, Depok, Sleman.
Jenazah dibawa dari rumah duka ke pe-makaman dengan menggunakan ambulans berplat AB 1341 PE sekitar pukul 13.30.Beberapa tokoh yang ikut me-layat ke rumah duka, antara lain, mantan Bupati Sleman Sri Purn-omo dan Tri Kirana Muslidatun, istri Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti. Ada juga dari kalangan ulama seperti Gus Miftah.
Sri Purnomo menyayangkan adanya kejadian itu. Terlebih korbannya masih terbilang sangat muda. SP, pangilan akrab-nya, menilai perbuatan tersang-ka berawal dari minuman keras (miras). Menurutnya, miras ada-lah awal dan sumber dari mun-culnya tindak kejahatan.”Kami berharap miras diberan-tas, biar tidak sembarang bisa mengonsumsi. Dari awalnya mabuk menjadi melakukan tindak kejahatan lain,” katanya kepada Radar Jogja di rumah duka. Dia juga berharap kasus ini da-pat diproses dan ditegakkan hu-kum seadil-adilnya. “Harus se-suai hukum yang berlaku. Dilaks-anakan dan dihukum sesuai dengan perbuatannya,” imbuhnya.
Sementara itu, suasana haru tampak ketika jenazah Firza diturunkan dari ambulans dan akan dibawa ke pemakaman. Ibu korban, kerabat dan bebe-rapa rekan tak kuasa menahan tangis. Bahkan saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat, tangis ibunda korban semakin tak ter-tahan. Tak kuat menahan kese-dihan ditinggal anak tunggalnya itu, ibunda korban akhirnya ja-tuh pingsan dan harus dipapah keluar dari pemakaman. Setelah jenazah korban selesai dikuburkan, rekan korban kemu-dian berdoa di samping makam. “Dia orangnya solider dengan temen. Baik ke siapa saja, tanpa pilih-pilih teman bergaul. Saya berharap pelaku dihukum sesuai apa yang diperbuatnya,” ujar teman korban yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Kapolresta Jog-jakarta Kombes Pol Pri Hartono EL berjanji pihaknya akan me-nyelesaikan kasus penganiaya-an yang berujung kematian korbannya dengan seobjektif mungkin. “Untuk kasus ini, tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Untuk penanganannya akan dilakukan oleh Reskrim Pol-resta Jogja,” ujar perwira dengan tiga melati di pundak ini kepada Radar Jogja. (riz/laz/ong)