RIZAL SETYO NUGRAHA/RADAR JOGJA
EFEK MABUK: Tersangka perusak rumah dan mobil, Kipas Boma Jikwa (dua dari kiri), saat diamankan di Mapolsek Depok Timur, kemarin (12/8).
SLEMAN – Diduga dalam pengaruh mi-numan keras, seorang pemuda mengamuk di Dusun Denokan RT 03 RW 63, Maguwo-harjo, Sleman, kemarin (12/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Hampir satu jam, pelaku Kipas Boma Jikwa, 23, yang masih berstatus ma-hasiswa membabi buta merusak kontrakan dan mobil Toyota Vios Limo warna hitam.Kapolsek Depok Timur AKP Dhanang Ba-gus Anggara SIK mengatakan, pelaku di-duga sebelumnya dalam pengaruh minuman keras setelah menenggak minuman beral-kohol bersama teman-temannya. Pelaku yang kemudian melakukan keributan, be-rusaha dilerai oleh beberapa saksi dengan mengejar pelaku. “Saat lari pelaku merebut sabit milik pe-tani yang sedang panen tebu, lalu balik mengejar saksi kemudian merusak rumah dan mobil milik saksi,” kata Dhanang ke-pada Radar Jogja di Mapolsek Depok Timur, kemarin.
Akibat amukan pelaku, sebuah mobil mi-lik Andri Pratama Ardiansah, 25, menga-lami kerusakan di bagian kaca depan dan pintu samping. “Sempat diinjak-injak sam-pai kacanya pecah,” kata Andri. Tak ber-henti di situ, sebuah kontrakan di sebelah asrama pelaku juga tak luput dari amukan. Ketua RT 03 sekaligus pemilik kos Ibnu Mukti Ali, 42, mengatakan, saat itu dia men-dengar ribut-ribut dari arah asrama di lantai dua. Saat akan mengingatkan dari bawah, pelaku justru turun dan mengejarnya. Menurut Mukti, saat itu awalnya ada dua orang yang ribut dan masing-masing memegang pisau.”Terus yang satu jatuh, mau dipukul dengan batu. Terus saya rebut, saya ambil. Bawah-nya padahal konblok, kalau jadi dipukulkan gimana,” katanya. Menurut Mukti, pelaku sempat mengamuk selama satu jam. Beberapa orang yang lewat dikejarnya. Bahkan sebuah pintu kamar kontrakan miliknya juga mengalami ke-rusakan karena ulah pelaku. “Pintunya jebol satu kamar,” terangnya.
Karena kewalahan mengatasi pelaku dan makin banyak warga yang akan mengha-kimi pelaku, maka untuk menghindari ter-jadinya konflik lebih parah Mukti lantas menghubungi Polsek Depok Timur. Ang-gota Polsek Depok Timur yang datang ke TKP lalu mengamankan pelaku dan mem-bawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan.Saat di Mapolsek Depok Timur, pelaku juga sempat berontak, walaupun kedua tangannya telah diborgol. “Dari pelaku, sementara diamankan sebilah sabit milik petani tebu yang digunakan untuk mengan-cam warga,” ungkap Dhanang.Terhadap pelaku ini, polisi mengenakan Undang-Undang Darurat Pasal 2 No 12 Ta-hun 1951 atau 406 KUHP tentang perusakan yang ancaman hukumannya paling lama 2 tahun 8 bulan. (riz/laz/ong)