JOGJA – Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan, Jogja, mengusulkan 253 narapidana mendapatkan remisi umum pada hari kemerdekaan 17 Agustus nanti. Pemerintah juga membe-rikan remisi dasawarsa kepada para napi. Oleh karena itu diperkira-kan ada sekitar 30 penghuni lapas yang bisa bebas saat peringatan 70 tahun Indonesia merdeka itu
“Ada 253 dari total 380 peng-huni yang diusulkan mendapat remisi umum. Sedangkan untuk remisi dasawarsa kemerdekaan yang 10 tahun sekali, ada 310 orang,” ungkap Kalapas Wiro-gunan Zaenal Arifin kepada Radar Jogja kemarin (12/8).Untuk remisi dasawarsa itu, warga binaan bisa dapat po-tongan masa tahanan mulai satu hari sampai tiga bulan, ter-gantung dengan kebijakan dan aturannya. “Syaratnya, kasus hukumnya sudah inkracht,” im-buhnya.
Sedangkan syarat remisi umum, lanjut Zaeanl, di antaranya ber-kelakuan baik, telah menjalani pidana minimal enam bulan atau lebih, tidak dalam menanggung kewajiban denda atau pidana ganti.Adapun untuk napi koruptor dijelaskan dalam Pasal 34 A ayat (1) huruf a dan b PP No-mor 99 tahun 2012, syarat yang wajib dipenuhi oleh napi ko-rupsi untuk mendapatkan remisi adalah bersedia beker-jasama dengan penegak hukum. Yakni membantu membong-kar perkara tindak pidana yang dilakukannya atau justice col-laborator. “Selain itu, terpidana telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putu-san pengadilan,” terangnya.
Adapun untuk terpidana mati kasus narkoba asal Filipina Mary Jane, kata Zaenal, tidak mendapatkan remisi. Sebab yang bersangkutan sudah divonis hukuman mati dan tinggal menunggu vonis saja. “Mary Jane tidak dapat, kan sudah di-vonis mati,” ujarnya.Pada hari kemerdekaan nanti, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dijadwalkan memimpin upa-cara HUT RI di Lapas Wirogunan. Menjelang hari kemerdekaan, warga binaan menggelar bebe-rapa lomba-lomba, di antaranya, lomba cerdas cermat dan olah-raga lain. (riz/laz/ong)