SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
SADAR DEMOKRASI: Perwakilan para pelajar mengikrarkan diri untuk menyukseskan Pilkada 2015 di sela sosialisasi pilkada bagi pemilih pemula di Aula Pemkab Sleman kemarin (12/8).
SLEMAN- Belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang pilkada, bukan berarti tidak mendukung pesta demokrasi lima tahunan itu. Tapi, itulah yang dide-ngungkan beberapa pelajar di sela sosia-lisasi pilkada bagi pemilih pemula di Aula Pemkab Sleman kemarin (12/8).Galih Oktoya, misalnya. Siswa SMK Ka-nisius, Pakem itu mengaku belum tahu jadwal pilkada maupun calon yang maju. “Memang belum dapat informasi,” ungkap warga Lungguhrejo, Wonokerto, Turi.
Galih tampak antusias mengikuti sosia-lisasi penyelenggaraan pilkada yang dige-lar KPU Sleman. Bersama puluhan siswa perwakilan sekolah se-Sleman, para re-maja yang belum genap 17 tahun itu ikut mendeklarasikan diri untuk menyukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati pada 9 Desember. “Kalau Desember, saya sudah tujuh belas (tahun),” tutur Galih yang mengklaim namanya bakal masuk daftar pemilih tetap (DPT).
Ada empat poin utama ikrar. Ikut partisi-pasi aktif, tolak politik uang, gunakan hak pilih secara kritis, cerdas, rasional, dan ber-tanggungjawab, serta siap menjadi agen sosialisasi pilkada. Berdasarkan data pemi-lihan presiden 2014 ada sekitar 7 ribu pemi-lih pemula. Jumlah itu tergolong potensial dilihat dari total pemilih sekitar 750 ribu. Karena itu, KPU melibatkan kepala se-kolah dan guru pendidikan kewarganega-ran (PKn) untuk menymbung lidah infor-masi tentang pilkada kepada siswa di se-kolah masing-masing. Khususnya murid yang per 9 Desember telah memiliki hak pilih. “Dengan berpartisipasi berarti pra siswa peduli untuk turut menyukseskan pilkada,” tutur Komisioner KPU Sleman Endah Sri Wulandari.
Di hadapan peserta sosialisasi, Endah menyampaikan tahapan pilkada. Mulai penetapan calon, pemutakhiran data pe-milih, dana kampanye, pengadaan dan distribusi logistik, pemungutan dan pen-ghitungan suara, hingga penetapan calon terpilih.Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Arif Haryono memberi ruang secara bebas kepada pihak sekolah untuk kegiatan sosialisasi pilkada. Di antaranya, melalui majalah dinding, OSIS, atau disam-paikan saat pelajaran kewarganegaraan. Itulah yang menjadi dasar dilibatkannya guru PKn dalam sosialisasi kemarin. “Ini penting untuk pembelajaran demokrasi dan meningkatkan wawasan kehidupan siswa. Semua tentu ingin pilkada sukses,” papar Arif. (yog/din/ong)