ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
DUKUNGAN: Sekretaris DPC Partai Gerindra Enggar Suryo Jatmiko menyerahkan potongan tumpeng kepada cabup Suharsono dalam acara Syawalan DPC Partai Gerindra di Kantor Partai Gerindra Bantul, kemarin (13/8).
BANTUL – Konflik internal yang pernah menghantam Partai Gerindra dipastikan sudah teratasi. Ketua DPC Partai Gerindra Bantul Nur Subiyantoro memastikan Partai Gerindra kembali solid. Tak ada lagi friksi antara belasan PAC dan DPC yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. “Sekarang sudah selesai semua,” tegas Nur di sela-sela acara Syawalan DPC Partai Gerindra di Kantor Partai Gerindra Bantul, kemarin (13/8).
Bekas Lurah Pleret ini menegaskan, perbedaan pendapat yang pernah terjadi di internal merupakan bagian dari dinamika Partai Gerindra. Untungnya, perbedaan pendapat yang melibatkan 14 PAC dan pengurus harian DPC ini tak berujung pada terbelahnya Partai Gerindra. “Di acara Syawalan ini seluruh pengurus PAC datang,” ujarnya.Karena itu, Nur memastikan Partai Gerindra siap menghadapi pemi-lihan kepala daerah (pilkada). Partai Gerindra bersama PKB yang meng-usung pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih siap bertarung me-lawan duet Sri Surya Widati-Misbakhul Munir (Ida-Munir). Meskipun melawan calon petahana bukan pekerjaan gampang. “Berat lawan incumbent. Karena beliau (Ida) sudah berkunjung ke seluruh wilayah,” tuturnya.
Elektabilitas petahana, kata Nur, masih tak terbendung. Elektabilitas pasangan Suharsono-Halim masih tertinggal. Namun demikian, Partai Gerindra akan mengoptimalkan mesin politik di seluruh desa untuk mengejar ketertinggalan ini. “Pe-luang kita tetap sama,” tandasnya.Ketua DPD Partai Gerindra DIJ Noeryanto mengapresiasi solidnya DPC Partai Gerindra Bantul. Seluruh mesin politik Partai Gerindra siap bekerja keras untuk memenangkan pasangan Ida-Munir. Meskipun internal Partai Gerindra pernah dihantam konflik yang berujung pada pergantian ketua DPC. “Kami siap memenangkan pilkada,” seru-nya. (zam/din/ong)