BAHANA/RADAR JOGJA
PULIHKAN FISIK: Tiga penggawa PSS Sleman melakukan cryotherapy atau berendam di air es guna pemulihan otot-otot.
SLEMAN – Setelah sempat tertunda dari jadwal, hari ini (14/8) para pemain PSS Sleman bertolak ke Madiun untuk mengarungi Piala Kemerdekaan. Sebanyak 20 pemain akan dibawa untuk berlaga di turnamen mempe-rebutkan hadiah miliaran rupiah tersebut.Di partai pembuka, PSS Sleman akan berhadapan dengan Persepam MU di Sta-don Wilis, Madium Sabtu (15/8). Praktis para pemain PSS Sleman hanya memiliki waktu istirahat 24 jam sebelum menghadapi skuad asuhan Jaya Hartono itu.Dalam minggu ini, PSS Sleman telah menjalani dua pertandingan persahabatan dalam waktu yang berdekatan. Yakni melawan Persibas Banyumas Minggu (9/8) dan Porda Gunungkidul, Selasa (11/8).
Dengan padatnya jadwal bermain, se-belum berangkat ke Madiun, Pelatih PSS Sleman Didik Lisyantara menerapakan cryotherapy atau berendam di air es guna pemulihan otot-otot pemain. Cara itu dila-kukan setelah PSS Sleman menggelar laga dengan Porda Gunungkidul.Setelah bertanding, para pemain diwajibkan berendam di dalam drum berisi air dingin dalam waktu yang telah dientukan. “Terapi ini dilakukan untuk mempercepat proses recovery pemain. Sehingga nanti di Madiun kondisi fisik pemain sudah siap,” jelasnya.
Nantinya, jelas Didik, drum tersebut di-bawa ke Madiun untuk sarana terapi pemain. Menurut Didik, metode itu sangat murah namun efisien untuk mengembalikan ke-bugaran pemain.Sebab, menjalani turnamen dengan sistem home turnamen praktis waktu istirahat pemain sangat singkat. Setelah 15 Agustus PSS ber-temu Persepam MU, laskar Super Elja (Elang Jawa) hanya beristirahat sehari karena pada 18 Agustus harus berhadapan dengan Ma-diun Putera. “Saya harap metode ini akan membantu kami berbicara banyak di Piala Kemerdekaan,” tandasnya. (bhn/din/ong)