SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
JOGJA – Jajaran Reserse Kriminal Polresta Jogjakarta berhasil menangkap tiga orang pelaku penipuan dengan modus gendam, Rabu (12/8). Kawanan yang mengincar korban ibu-ibu ini, berhasil menipu korbannya hingga Rp 77 juta.
Ketiga tersangka, yakni pasangan suami-istri Maulana,42, dan Indah Sari, 34, asal Batam, Kepulauan Riau, Supriyadi,38 warga Pinrang Sulsel. Dalam beraksi, ketiganya berkomplot dengan berpura-pura tidak saling kenal. Hal itu bertujuan untuk meyakinkan korbannya.
Kasat Reskrim Polresta Jogjakarta Kompol Herus Muslimin mengatakan, kejadian penipuan bermula saat korban Sri Mukasih, 47, PNS warga Josari, Tridadi, Sleman baru selesai berbelanja di supermarket daerah Jalan C. Simanjuntak, Selasa (11/8) siang.
Saat keluar dari tempat perbelanjaan, korban bertemu pelaku Supriyadi. Pelaku mengaku mempunyai mustika yang dapat memberkahi harta bendanya agar dapat diberkahi. Kemudian tak berselang lama, datang pasangan suami istri Maulana dan Indah yang berpura-pura tertarik dengan ajakan pelaku Supriyadi.
“Korban akhirnya diajak oleh ketiga pelaku untuk masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil itu korban dibujuk untuk memasukkan semua harta bendanya ke dalam tas pelaku S. Termasuk pelaku IS dan M juga ikut memasukkan agar meyakinkan korban,” katanya kepada wartawan di Mapolresta Jogjakarta, kemarin (13/8).
Setelah pukul 20.00 WIB, korban baru menyadari bahwa tas yang dibawanya bukan miliknya. Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Jogjakarta.Petugas yang mendapatkan laporan, langsung melakukan pengejaran terhadap kawanan penipu tersebut.
Mereka akhirnya komplotan penipuan dengan modus gendam tersebut dapat diringkus saat sedang menginap di sebuah hotel di Kota Solo, Rabu (12/8) pagi pukul 04.00 WIB. Ketiganya berencana kabur ke Sulawesi setelah aksi penipuan tersebut.
Sebelumnya, ketiganya pernah melakukan kejahatan yang sama di Banyuwangi, Jawa Timur. Dari tangan ketiga pelaku, polisi menyita uang Rp 6,5 juta, perhiasan dua gelang emas seberat 40 gram, gelang kaki emas seberat 17 gram, tiga cincin emas seberat 18 gram, kalung emas 15 gram, liontin berlian seharga Rp 10 juta, dan 4 buah kartu ATM. “Total kerugian korban sekitar Rp 77 juta,” terang Heru.
Atas kasus ini, Heru mengimbau, masyarakat tidak berlebihan saat membawa perhiasan ketika bepergian. Sebab hal itu dapat memancing pelaku kejahatan untuk melakukan tindak kriminal. “Pelaku memang mengincar ibu-ibu yang memakai banyak perhatian sebagai korbannya,” katanya. Selanjutnya tersangka pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan. (riz/jko/ong)