SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
MEMUKAU: Pagelaran sendratari yang digelar di Candi Ratu Boko dalam gelaran Jogja Travel Mart 2015 berjalan semarak, Minggu malam (23/8).
JOGJA – Potensi wisata yang dimiliki DIJ be-gitu besar. Upaya untuk memperkenalkan wi-sata andalan di Jogjakarta terus dilakukan. Salah satunya lewat Jogja Travel Mart 2015 yang men-gundang buyer dari sembilan negara.Event tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata DIJ ini sudah keenam kalinya diadakan. Tahun ini, pembukaan digelar di Candi Ratu Boko tadi malam, Minggu (23/8). Ratusan tamu dari beberapa negara tampak antusias menyaksikan pagelaran sendra-tari yang ditampilkan malam itu. Sendra-tari di Candi Ratu Boko itu berkisah tentang tragedi percintaan Rara Jongrang dengan Raja Bandung Bondowoso. Tak kurang 150 penari terlibat dalam pagelaran tersebut.”Ini perhetalan yang keenam kami selen-ggarakan,” ungkap Kepala Dinas Pariwi-sata DIJ Aris Riyanta di sela acara.
Jalannya pagelaran diawali dengan munculnya satugunungan yang biasa dikeluarkan Keraton Jogja saat acara garebeg. Gunungan tersebut kemudian diarak ketengah acara. Tak lama kemudian gunungan itu menjadi bahan rebu-tan, termasuk para tamu dari mancanegara. Sebelumnya, acara juga ditandai dengan pukulan kentongan oleh staf ahli Menteri Pariwisata Hari Untoro Drajat, Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Laily Prihatiningtyas serta kepala Dinas Pariwisata DIJ. Pukulan kentongan itu sebagai pertanda dimulainya acara.Aris tampak sumringah menyaksikan an-tusiasme penonton. Sebagian di antara para buyer dan seller ini menjadipeserta Welcome Dinner Jogja Travel Mart. Menurut Aris, buyer terbanyak yang mengikuti aca-ra tersebut berasal dari Thailand. “Ada se-banyak 34 orang yang berasal dari negeri Gajah Putih tersebut,” ujarnya.
Setelah Thailand, buyer dengan jumlah be-sar lainnya berasal dari Singapura, Malaysia, dan Belanda. Kemudian disusul Filipina, India serta Australia. “Dari Indonesia bertindak se-bagai seller antara lain Association of the In-donesian Tours and Travel Agent dan Badan Perwakilan Daerah Persatuan Hotel dan Resto Indonesia” terangnya. (kus/ila/ong)