SENI dan budaya merupakan roh yang dimiliki oleh Jogjakarta. Setiap penyelenggaraan selalu diwarnai dengan beragam kegiatan seremo-nial. Salah satunya adalah pawai yang kerap melibatkan ratusan hingga ri-buan orang.Malioboro selalu identik dengan penyelenggaraan pawai. Sayangnya, penyelenggaraan pawai tidak mem-perhitungkan beban kawasan ini. Padatnya lalu lintas membuat lokasi ini sudah tidak begitu nya-man dilalui pawai.”Melihat beban pusat kota yang luar biasa, terutama di wilayah Ma-lioboro. Meski strategis tapi jika ada pawai langsung macet. Ini karena Malioboro merupakan titik vital,” kata Sekretaris Daerah DIJ Ihsanuri belum lama ini.Menurutnya, titik keramaian Malio-boro sangatlah kompleks. Tidak hanya sebatas lalu lintas namun beberapa pendukung di sekelilingnya. Inilah yang perlu diperhatikan sebelum me-nyelenggarakan pawai.Sebagai penggawa pemerintahan, Ih-sanuri merasakan sendiri dampak dari pawai-pawai ini. Meski dampak positif sebagai wujud promo juga ikut dirasakan. Tapi, menurutnya, tidak bisa dipung-kiri Malioboro sudah tidak ideal lagi untuk dilalui pawai. (dwi/ila/ong)