SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
TANGGAP BENCANA: Warga Merdikorejo, Tempel antusias mengikuti simulasi tentang kesiapsiagaan bencana kemarin (27/8).
SLEMAN- Warga di lereng Gunung Merapi harus disiap-siagakan untuk menghadapi bencana yang datang setiap saat. Salah satu bukti kesiapan itu dilakukan warga Merdikorejo, Tempel dengan melakukan simu-lasi bencana kemarin (27/8).Dalam simulasi ini, digambarkan kondisi terjadinya bencana. Itu ditandai dengan bunyi sirine, kemudian warga yang berham-buran keluar rumah. Di sisi lain awan hitam menyelimuti dan hujan abu di permukiman warga. Sebagian warga mengalami luka-luka lantaran panik. Warga di-evakuasi di tempat yang lebih aman ke tenda-tenda pengungsian.”Simulasi ini sebagai upaya kesiapsiagaan warga terhadap bencana,” ujar Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Dinsos DIJ Sigit Alfianto.
Kepala Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengata-kan, kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana dengan kesiapsiagaan sudah terbangun. Hampir semua desa di lereng Merapi sudah dibentuk KSB dan Desa Tangguh bencana di anta-ranya Umbuharjo, Wukirsari, Glagaharjo, Kepuharjo dan Hargobinangun. Barak peng-ungsian, jalur evakuasi dan sarana prasaran penanggulangan ben-cana sudah ada.”Kesadaran masyarakat terhadap bencana sudah meningkat. Simu-lasi dilakukan secara rutin untuk mengingatkan kembali agar warga siap dan tidak panik saat bencana,” jelasnya. (sky/din/ong)